Breaking News:

Liputan Khusus

Bangun Pabrik Semen Timor di Bolok, China Investasi Rp 5,2 Triliun

Semua perizinan sudah diurus sejak tahun 2019 baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
BANGUNAN - Tampak bangunan Pabrik Semen Kupang di Kecamatan Alak, Kota Kupang, 8 Januari 2022. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana membangun sebuah pabrik semen di Kupang untuk menunjang kebutuhan semen bagi warga NTT. Hal itu bertujuan juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTT, Marsianus Djawa menjelaskan, rencana pembangunan pabrik semen itu diberi nama Pabrik Semen Timor.

Marsianus mengatakan, saat ini sduah ada perusahan lokal dari Pitoby yang telah bersiap untuk membangun pabrik semen itu.

Nantinya perusahaan lokal itu akan menggandeng investor untuk melaksanakan program proyek itu. Pitoby, kata dia, telah mendapat seorang investor dan siap menanamkan modalnya dalam proyek tersebut. Sementara lahan yang butuhkan, menurut dia telah selesai dengan segala perizinannya.

Baca juga: KSO PT SAG dengan PT Semen Kupang Berakhir, Ratusan Karyawan di PHK, Kornelius Tunggu Pesangon

"Beliau sudah punya lahan sekian ratus hektar di Kupang Barat, sekian di Bolok, untuk pembangunan pabrik sudah siap. Lahan clear and clean," ujar Marsianus di Kupang, Jumat 7 Januari 2022.

Terkait izin lokasi juga telah diterbitkan oleh Bupati Kupang dalam mendirikan pabrik semen itu. Saat ini, pemerintah sedang membantu proses perizinan di Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (Kemenperin) RI sejak bulan Juli 2021 lalu.

Dalam sebuah dialog secara virtual bersama Kementerian Investasi dan BKPM serta Kemperin RI dan dirinya, Marsianus menyebut kementerian menilai pembangunan pabrik itu belum layak karena produksi semen dalam negeri mengalami over target.

Baca juga: Catatan Singkat Sejarah PT Semen Kupang

Marsianus mengaku dirinya sempat gusar lantaran dalam kurun waktu dua bulan pada tahun 2021 itu, terjadi lonjakan over target produksi semen. Dia menegaskan, harusnya dalam kondisi pendemi perusahaan tidak memproduksi semen tidak gegabah dan berlebihan.

Menurut dia, akibat pandemi pembangunan infrastruktur juga terjadi gangguan sehingga produksi semen pun harus bisa diatur. "Kenapa cuma dalam dua bulan semua perusahaan berani produksi, kalau sudah kita katakan bahwa ini sudah over, sudah kita hentikan sementara. Apalagi kita tauh pandemi," kata dia.

Di sisi lain, Marsianus juga menyebutkan adanya politik ekonomi yang dimainkan. Dia berpendapat, kalau ada pabrik semen di NTT, maka tidan akan ada lagi kelangkaan atau keterbatasan. Bahkan tidak harus menunggu lagi semen dari luar.

Baca juga: Dirintis Gubernur El Tari Demi Kesejahteran Masyarakat, PT Semen Kupang Kini Tenggelam

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved