Berita Manggarai Barat

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina Apresiasi Kepariwisataan Sebagai Tema Pastoral Tahun 2022

salah satu cara agar masyarakat secara aktif turut berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata adalah dengan menjadikan pariwisata

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-Divisi Komunikasi Publik BPOLBF
SIDANG-Suasana Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng yang diselenggarakan di Aula Rumah Ret-ret Bunda Karmel Wae Lengkas, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu 5 Januari 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengapresiasi kepariwisataan sebagai tema pastoral tahun 2022.

Shana Fatina hadir sebagai narasumber dalam Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng yang diselenggarakan di Aula Rumah Ret-ret Bunda Karmel Wae Lengkas, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu 5 Januari 2021.

Sidang Pastoral ini menghadirkan  narasumber lain yakni Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit; Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi; dan Sekda Manggarai Timur, Bonifasius Hasundungan

Sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BPOLBF juga sangat mengapresiasi diangkatnya tema kepariwisataan ini sebagai tema pastoral tahun 2022. 

Baca juga: Begini Capaian Vaksinasi Covid-19 Anak Dosis Pertama di Kabupaten Manggarai Barat

"Kami merasa sangat terhormat tahun ini dijadikan tahun Pariwisata Holistik oleh Keuskupan Ruteng. Ini adalah langkah yang sangat baik bagi Manggarai Raya dalam mengambil peluang saat momentum pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores," kata Shana dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu 8 Januari 2022.

Shana melanjutkan, pembangunan pariwisata saat ini tidak saja fokus ke destinasinya, tetapi juga masyarakatnya sehingga nantinya masyarakat juga menerima manfaat dari pengembangan pariwisata ini 

Menurutnya, salah satu cara agar masyarakat secara aktif turut berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata adalah dengan menjadikan pariwisata sebagai jiwa dari Manggarai Raya. 

"Pada kesempatan ini kami mohon bantuan Yang Mulia Bapa Uskup, Romo, dan Pater untuk kita bersama-sama mengajak masyarakat Manggarai Raya untuk membangun mindset baru bahwa berwisata dan jalan-jalan itu penting sehingga sejak dini seseorang itu sudah menjadikan pariwisata sebagai bagian dari kehidupan mereka," pungkasnya. 

Baca juga: Update Covid-19 Manggarai Barat, Tidak Ada Kasus Positif

Pada kesempatan berikutnya, Bupati Manggarai, Hery Nabit juga menekankan beberapa poin penting tentang budaya dan religi dalam kaitannya dengan wisata. Menurutnya, pariwisata, budaya, dan religi adalah hal yang bisa berjalan beriringan dan pariwisata adalah kendaraan dalam menjaga semangat dalam budaya dan religi. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved