Berita Sumba Barat

Camat Wanokaka, Sumba Barat, Sarankan Pemerintah Bangun Bronjong Sepanjang Kali Wanokaka

Camat Wanokaka, Sumba Barat, Sarankan Pemerintah Bangun Bronjong Sepanjang Kali Wanokaka

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Camat Wanokaka, Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Camat Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu, S.H mengatakan setiap tahun, areal persawahan dan permukiman penduduk di Wanokaka menjadi langganan banjir.

Hal itu terjadi karena luapan banjir kali Wanokaka akibat hujan besar yang menguyur wilayah itu. Bahkan luapan banjir kali Wanokaka juga terjadi akibat banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Sumba Tengah dan wilayah Kota Waikabubak, Sumba Barat bila terjadi hujan deras meskipun di Wanokaka tidak turun hujan.

Belum lama ini, tanggal 27 Desember 2027, ratusan hektar are persawahan milik petani terendam banjir akibat hujan deras mengguyur wilayah itu. Selain itu terdapat 89 kepala keluarga yang berdiam disepanjang bantaran kali Wanokaka terpaksa diungsikan sementara ke kediaman kepala Desa Baliloku karena terendam banjir. Dan terhitung 31 Desember 2021, seluruh warga telah kembali ke kediamannya di kampung masing-masing seiring surutnya air dan cuaca kembali membaik.

Karena itu, sebagai Camat Wanokaka menyarankan pemerintah tingkat atas perlu mempertimbangkan membangun bronjong disepanjang kali Wanokaka demi mencegah luapan air kali Wanokaka bila banjir datang.

Demikian disampaikan Camat Wanokaka, Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu, S.H ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu 5 Januari 2022 terkait upaya pemerintah menangani banjir kali Wanokaka yang selalu terjadi setiap tahun sebagaimana pula dialami masyarakat belum lama ini.

Menurutnya, banjir kali ini merendam areal persawahan masyarakat cukup luas dibandingkan kejadian sama pada tahun sebelumnya. Rata-rata air setinggi pinggang orang dewasa menyebabkan sejumlah areal persawahan yang sudah siap tanam rusak. Bahkan sebagian bibit yang mulai tumbuh ikut hanyut terbawah air.

Meski demikian, ia merasa bersyukur banjir kali ini terjadi dimana para petani umumnya belum menanam. Rata-rata baru mempersiap lahan tanam.

Walau demikian, genangan air masih terjadi dibeberapa areal persawahan sehingga menyulitkan petani mempersiapkan lahan kembali untuk menanam padi.

Dengan demikian, penanaman padi kali ini agak terlambat. Sedangkan terkait rusaknya sebagian benih anakan padi untuk tanam yang terbawah banjir, ia mengatakan, pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan para petani lainnya yang kelebihan anakan padi dapat disumbangkan ke petani lain yang kekurangan anakan padi tersebut.

Saat ini, rata-rata petani baru memulai mempersiapkan lahan sawah kembali paskah banjir yang merusak areal persawahan yang telah disiapkan sebelumnya.

Karena itu, ia menghimbau para petani untuk saling bekerjasama agar dapat menanam bersama dengan saling membagi benih anakan padi. (*)

Baca Berita Sumba Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved