Final Piala AFF

Skuad Garuda Masih Perlu Pertajam Basic Skill, Masih Grogi Mempengaruhi Mobilitas Pemain di Lapangan

Pengamat Sepakbola NTT asal Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Simon Langoday menilai Timnas Indonesia mendapat pelajaran yang paling berharga di final

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Skuad Garuda Masih Perlu Pertajam Basic Skill, Masih Grogi Mempengaruhi Mobilitas Pemain di Lapangan
foto kiriman simon langoday
Pengamat Sepakbola NTT, asal Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Simon Langoday

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM - Pengamat Sepakbola NTT asal Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Simon Langoday menilai Timnas Indonesia kalah mendapat pelajaran yang paling berharga di final leg 1 AFF 2020 dari  Skuad Gajah Putih, Timnas Thailand dengan kekalahan menohok skor 0-4.

"Esensi sepakbola modern itulah seperti dilakukan oleh Timnas Thailand. Sebagai pengamat dan pelaku sepakbola tentu melihat dari proyeksi ke depan dimana Timnas Garuda butuh banyak Jam terbang baik secara individu maupun secara Tim," papar Simon Langoday, saat dihubungi wartawan Pos Kupang.com, Ferry Ndoen, via whatsapp, Kamis 30 Desember 2021.

Simon Langoday menilai  masih banyak kelemahan yang  sangat struktural seperti bagaimana melakukan man to man marking dan zona marking, bagaimana melakukan presure terhadap lawan yang masuk ke area pertahanan.

"Tim Garuda secara kolektif kalah dihampir semua aspek dari fisik, pemain kita sangat rendah dan sangat mempengaruhi mobilitas sehingga kita tidak mampu menjaga ritme dalam pertandingan final leg 1," akunya.

Baca juga: Manajer Timnas Gajah Putih Madam Pang Mengaku Stres Jika Tim Gajah Perang Bertemu Tim Garuda

Dia menilai Tim Garuda kalah di basic skill dari Skuad Gajah Perang hingga terkesan sangat tidak tenang dan grogi kalau berhadapan 1 vs 2 maupun 1 vs 3. Ini yg harus ditambah porsi latihannya oleh pelatih Timnas Indonesia STY.

"Ingat..!!! Fighting spirit (semangat juang) saja tidak cukup untuk untuk memenangkan game. Banyak faktor teknis dan non teknis yg belum dimiliki oleh anak-anak kita...begitu mudahnya Thailand bermain one two touch dihadapan pemain kita yg terpukau melihat aksi pemain Thailand." tambahnya.

Simon yang memiliki Lisensi C sebagai pelatih sepakbola nasional ini menilai tampilan Skuad Gajah Putih  luar biasa Thailand."Tim worknya sangat bagus dan finishing touchnya juga bagus...ini yg harus dimiliki oleh pemain kita," kata Simon

Skuad Garuda  harus banyak belajar dari negeri Gajah Putih. "Tidak apa-apa kalau kita kalah dari Tim hebat yg rata-rata pemainnya memiliki kompleksitas serta visi bermain sepakbola yg sangat baik. "Biarlah Timnas Indonesia yang semua usianya masih sangat muda lebih teruji dan memiliki bekal untuk Timnas dimasa yg akan datang.

Baca juga: Guntur Menggelegar, Hujan Lebat Mengguyur, Guncangan Gempa Besar Guncang Kupang - NTT, Mencekam

"Saya yakin  suatu saat Garuda akan terbang lebih tinggi  ke angaksa dan menggapai bintang," Salam Sepakbola, sepakbola bersahabat. (fen)

Skuat Timnas Indonesia saat melawan Vietnam pada kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/2021)
Skuat Timnas Indonesia saat melawan Vietnam pada kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/2021) (PSSI.org)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved