Berita Belu
Sekcam Kakuluk Mesak Dorong Pemdes Perhatikan ODHA
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Belu, jumlah kasus HIV-AIDS di Kecamatan Kakuluk Mesak sampai keadaan September 2021 s
Sekcam Kakuluk Mesak Dorong Pemdes Perhatikan ODHA
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM| ATAMBUA----Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Belu, jumlah kasus HIV-AIDS di Kecamatan Kakuluk Mesak sampai keadaan September 2021 sebanyak 131 Kasus.
Kakuluk Mesak berada di urutan kedua wilayah penyebaran kasus HIV-AIDS di Kabupaten Belu setelah Kecamatan Atambua Selatan dengan jumlah kasus sama 131.
Kondisi ini yang menggugah hati Sekcam Kakuluk Mesak Boy Kota yang baru mengemban jabatan itu beberapa bulan lalu untuk sama sama dengan Camat melakukan terobosan dalam penanggulangan HIV-AIDS di wilayahnya.
Mantan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada BP4D Kabupaten Belu ini ketika ditemui Pos Kupang. Com, Rabu 29 Desember 2021 mengatakan, dirinya mengikuti seluruh kegiatan musrenbangdes di wilayahnya.
Baca juga: Guntur Menggelegar, Hujan Lebat Mengguyur, Guncangan Gempa Besar Guncang Kupang - NTT, Mencekam
Setiap musrenbangdes, Boy Kota mendorong pemerintah desa agar memberikan sedikit intervensi untuk penanggulangan HIV-AIDS dengan menggunakan dana desa. Minimal, pemerintah desa mengalokasikan anggaran untuk pembentukan kelompok Warga Peduli Aids (WPA) yang merupakan garda terdepan dalam menangani masalah HIV-AIDS.
Boy Kota optimis, konsep memperkuat WPA bisa meminimalisir penyebaran HIV-AIDS karena kerja-kerja WPA ini bersentuhan langsung dengan para ODHA. WPA akan memberikan pendampingan dan pengawasan para ODHA agar patuh dalam mengkonsumsi obat ARV bahkan menfasilitasi ODHA manakala ada kendala atau hambatan yang dialami ODHA.
Peran WPA juga sangat membantu pemerintah dalam hal mengurangi stigma masyarakat kepada ODHA. WPA akan terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gejala, bahaya dan cara penularan HIV-AIDS. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang HIV-AIDS maka stigma sosial terhadap ODHA akan menurun.
Menurut Boy Kota, regulasi terbaru, APBDes di asistensi oleh camat sehingga pemerintah kecamatan memiliki kewenangan untuk mendorong pemerintah Desa agar dalam perencanaan pembangunan harus sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten salah satunya pembangunan sumber daya manusia melalui kesehatan dan pendidikan.
Baca juga: Leg 1 Final Piala AFF: Garuda Keok Diinjak Gajah Perang, Fakta Kekalahan Indonesia vs Thailand
Untuk mewujudkan Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif, pemerintah termasuk pemerintah desa harus memberikan perhatian pada sektor kesehatan masyarakat termasuk upaya pencegahan penyakit menular seperti HIV-AIDS.
Untuk memperkuat kelompok WPA di desa, Pemerintah Kecamatan Kakuluk Mesak terus bersinergi dengan stakeholder secara khusus LSM Yakkum Bethesda yang saat ini lagi konsentrasi melaksanakan projectnya dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Belu.
"Kita bersinergi dengan Yakkum Bethesda yang lagi konsentrasi dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Belu", kata Boy Kota. (jen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/boy-kota-sekcam-kakuluk-mesak.jpg)