Breaking News:

Berita Kota Kupang

Antisipasi Badai Siklon Tropis di Kota Kupang, Wali Kota Jefri Riwu Kore Minta BPBD Siaga

untuk memantau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor serta mengidentifikasi pohon-pohon yang rawan

Editor: Rosalina Woso
Dok. Prokompim Kota Kupang untuk POS-KUPANG.COM
Suasana rapat koordinasi 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Menindaklanjuti prakiraan BMKG terkait   potensi bibit siklon tropis dan peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan di beberapa wilayah termasuk Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang segera menggelar rapat koordinasi.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man dan Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, berlangsung secara virtual, Jumat 24 Desember 2021 lalu.

Wali Kota dalam arahannya menyampaikan persiapan menghadapi badai siklon tropis meskipun masih berupa suspect perlu dilakukan agar masyarakat tidak panik.

Diakuinya warga tentu masih trauma dengan badai seroja yang baru terjadi beberapa bulan lalu.

Untuk itu perangkat daerah terkait terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mempersiapkan diri secara baik menghadapi situasi ini, baik berupa tenaga, stok bantuan serta peralatan yang perlu dipakai, serta membangun posko dan layanan call center 24 jam. 

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga meminta agar para camat dan lurah turut aktif dalam mengantisipasi badai siklon tropis dengan mengimbau warga bersama-sama membersihkan saluran dan got air, agar jika curah hujan tinggi tidak terjadi banjir.

Para camat dan lurah juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan informasi akurat tentang bencana lalu diteruskan ke masyarakat guna menangkal hoax atau berita bohong yang beredar.

Wali Kota juga minta BPBD bersama camat dan lurah serta pihak terkait untuk memantau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor serta mengidentifikasi pohon-pohon yang rawan tumbang di saat badai.

Warga juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan para nelayan disarankan untuk sementara waktu tidak melaut.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved