Berita Sumba Timur

Relawan Caritas Ikut Pelatihan Tanggap Darurat

Caritas Keuskupan Weetebula dengan dukungan Caritas Indonesia menggelar Pelatihan Tanggap Darurat bagi para relawan dari 27 paroki

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dok.Caritas Weetabula
Kegiatan Pembukaan Pelatihan Tanggap Darurat Di Dekenat Waingapu. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Caritas Keuskupan Weetebula dengan dukungan Caritas Indonesia menggelar Pelatihan Tanggap Darurat bagi para relawan dari 27 paroki yang berada di wilayah Keuskupan Weetebula. Rangkaian pelatihan tanggap darurat itu berlangsung sejak 22 November hingga 4 Desember 2021.

Wakil Direktur Caritas Keuskupan Weetebula, Laurens Juang dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin 20 Desember 2021 menyebut kegiatan tersebut sebagai upaya mitigasi bencana alam dan menjembatani terwujudnya Paroki Tangguh Bencana.

Selain itu, kegiatan pelatihan itu juga dilakukan untuk mempersiapkan relawan tanggap darurat sebagai respon Gereja Katolik Sumba dalam menjawab kebutuhan umat selepas terjadinya bencana akibat Siklon Tropis Seroja pada bulan April 2021 lalu.

Pelatihan tanggap darurat dimulai di Dekenat Waingapu pada tanggal 22 - 26 November 2021, diikuti oleh 29 peserta.

RD. Yakobus Lodo Mema, Wakil Deken Dekenat Waingapu dalam misa pembukaan kegiatan berharap para peserta pelatihan dapat menjadi penggerak di paroki masing masing.

"Jiwa raga diisi oleh Sabda dan karya. Semua utusan dari Paroki dalam Kegiatan Pelatihan ini, kiranya mengikuti proses pelatihan dengan baik dan tekun dan menjadi penggerak di Parokinya masing-masing," ujar RD. Yakobus Lodo Mema.

Pastor yang akrab disapa Romo Jack itu mengatakan, pelatihan tersebut bukan hanya untuk mengasah skill setiap orang, akan tetapi lebih untuk tugas tugas pelayanan. "Semoga dengan kegiatan ini, Dekenat ini membangun satu tim yang solid untuk menanggapi bencana yang terjadi," ujar Romo Jack.

Matius Ngundang, salah seorang peserta pelatihan mengaku mendapat wawasan dan kemampuan untuk tanggap dalam situasi bencana.

"Kegiatan ini membuka wawasan saya bagaimana cara membantu mereka yang terdampak oleh bencana. Oleh karena itu, marilah kita yang adalah relawan harus memberi diri, waktu dan tenaga untuk membantu, siapapun mereka. Ini adalah kesempatan kita untuk memberi diri kita bagi sesama," ujar Matius.

Pelatihan selanjutnya dilaksanakan di Dekenat Waikabubak pada 26 - 30 November 2021, diikuti oleh 28 peserta. Rangkaian pelatihan relawan tanggap darurat diakhiri di Dekenat Weetebula pada 30 November - 4 Desember 2021 dan diikuti oleh 41 peserta.

"Yayasan Caritas berkarya sampai saat ini di Kabupaten Sumba Timur untuk membantu mereka yang terdampak. Sampai saat ini mereka masih bekerja. Kalian sudah menerima pelatihan ini dengan cuma-cuma maka berilah juga dengan cuma-cuma supaya jangan percuma. Ada salam dan Doa dari Bapak Uskup untuk semua," ujar Vikjen Keuskupan Weetebula, P. Agustinus Malo Bulu, CSsR.

Seringkali bencana terjadi pada waktu yang tak terduga. Karena itu rangkaian pelatihan tersebut dapat membantu semua peserta mempersiapkan diri bilamana bencana terjadi.

"Harapan saya bahwa kita semua yang hadir di sini bisa betul-betul terlibat aktif, sehingga pada akhirnya kita bisa berbuat sesuatu di Paroki asal kita masing-masing," ujar RD Hugo Umbu Raga, Ekonom Keuskupan Weetebula. (*)

Baca Berita Sumba Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved