Selasa, 21 April 2026

Berita Sikka

Polres Sikka Hadirkan Psikiater Periksa Pelaku Pembunuhan di Nirangkliung

Penyidik Polres Sikka kini terus bekerja usai melakukan penangkapan atas Aloisius Lada, pelaku dugaan pembunuhan atas Veronika Viance

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penangkapan-Penangkapan pelaku pembunuhan bocah 9 tahun di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPAG.COM, MAUMERE-Penyidik Polres Sikka kini terus bekerja usai melakukan penangkapan atas Aloisius Lada, pelaku dugaan pembunuhan atas Veronika Viance, bocah 9 tahun asal Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Polisi saat ini telah bantuan psikiater di Kota Maumere guna memeriksa kejiwaan pelaku pembunuhan keponakannya sendiri. Yang mana kehadiran psikiater ini penting guna mengetahui kejiwaan pelaku. Jika keterangan mengarah kepada pelaku sakit maka tentunya kasusnya akan dihentikan. Akan tetapi tidak pelaku sehat maka polisi akan segera melakukan penetapan tersangka dan memroses kasus tersebut.

"Setelah ditangkap tentunya ada langkah penanganan. Polisi akan memeriksaan kejiwaan pelaku. Polisi sudah berkoordinasi dengan psikiater dan ia akan membantu penyidikan dengan melihat kesehatan pelaku. Kenapa perlu psikiater karena polisi harus bekerja sesuai ketentuan. Di mana kesehatan tersangka harus benar-benar sehat. Kalau sakit maka tentunya kasusnya tidak bisa dilanjutkan. Jika tidak maka pelaku akan diproses. Untuk sementara, kami masih perlu menghadirkan psikiater," kata Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK, M.H kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Selasa, 21 Desember 2021 siang.

Ia menjelaskan, pelaku saat ini masih diamankan di sel Mapolres Sikka usai ditangkap di Desa Nirangkliung.

Polisi, ujarnya, akan bekerja guna memastikan pelaku tidak mengalami gangguan kesehatan. "Maka itu perlu kita hadirkan psikiater," paparnya.

Data lain menjelaskan, Aloisius Lada, sejak tahun 2020 adalah pasien yang terdaftar di Puskesmas Nita. Aloisius sedang menjalani perawatan dan pernah diberikan obat karena gangguan kesehatan.

"Akan tetapi untuk memastikan hal itu perlu pemeriksaan dari psikiater," tegasnya.

Untuk diketahui, Aloisius Lada, pelaku pembunuhan keponakan kandungnya sendiri yang berusia 9 tahun akhirnya berhasil diringkus Bhabin Yos Say bersama warga di Nirangkliung, Senin, 20 Desember 2021 pagi.

Ia diringkus saat turun dari hutan dan mau mencari makan karena kelaparan.

Penangkapan atas Aloisius bermula dari ada warga yang melihatnya turun minum air di kali. Kemudian warga melapor ke Bhabin Yos lalu bersama warga pelaku diringkus dan dibawa ke kampung. Pelaku diikat karena takut mengamuk saat dibawa.Saat ini, pelaku akan dibawa ke Polres Sikka guna proses pemeriksaan.

Demikian data dari Nirangkliung yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin, 20 Desember 2021 pagi.
Selain itu, penangkapan pelaku beredar di media sosial dan grup WA di Sikka.

Pelaku tampak diikat dan dijaga warga bersama Bhabin Yos Say. Pelaku dijaga ketat karena takut kabur lagi.

Sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) asal Detunglikong, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka sekira pukul 07.00 wita, Selasa, 14 Desember 2021 berangkat ke lokasi vaksin Covid-19 di SMPN 2 Nita di Nirangkliung.

Sebelum ke tempat vaksin, pasutri ini menitipkan anak perempuannya, Veronika Vianci berusia 9 tahun di rumah sang oma alias mama kandung ibu korban.

Mereka pun menuju ke tempat vaksin. Namun saat pelaksanaan vaksin tiba-tiba gempa me guncang Sikka sehingga kegiatam vaksin dibatalkan.

Mereka pun dalam keadaan panik pulang ke rumah guna menemui anak perempuam mereka.

Akan tetapi begitu tiba di rumah sang anak tidak ada bersama omanya. Mereka pun bertanya di mana anaknya. Sang Oma mengungkapkan kalau anak mereka ada di kebun bersama sang paman, Aloisius Lada (38).

Sang ayah pun bergegas ke kebun guna menjemput anaknya tapi tidak ada di kebun. Sang ayah pun bertambah panik lalu terus mencari.

Menjelang sore sang ayah melapor ke Ketua RT dan Hansip guna mencari anaknya. Alhasil, sang ayah dan warga menemukan ada titik darah di tempat pencarian.

Begitu ditelusuri titik darah itu ternyata ada sosok anak perempuan yang dicari dalam keadaan sudah tewas dikubur dan ditindih dengan batu.

Warga pun membongkar kuburan itu. Benar yang dikubur perempuan yang dicari. Demikian rangkaian kasus dugaan pembunuhan sang paman atas keponakannya sendiri.

Yang mana kasus ini dilaporkan, Selasa,14 Desember 2021 pukul 17.40 wita ke Kantor Kepolisian Sektor Nita oleh Petrus Bruno Bajo, warga Dusun Bao Loran, Desa Nita, Kecamatan Nita.

Di mana Petrus melaporkan penemuan mayat perempuan diduga korban pembunuhan. Kini, kasusnya sedang ditangani aparat Polsek Nita dan Polres Sikka. (*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved