Jelang Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, GMIT Terbitkan SOP Antisipasi Varian Baru Covid-19

Jelang Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, GMIT Keluarkan SOP Natal Antisipasi Varian Baru Covid-19

Penulis: Hermina Pello | Editor: OMDSMY Novemy Leo
rri.co.id
ketua GMIT Pdt Dr Mery Kolimon 

POS-KUPANG.COM - Jelang Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, GMIT Keluarkan SOP Natal Antisipasi Varian Baru Covid-19

Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon mengatakan, perayaan natal 2021 dan tahun baru 2021berlangsung di tengah ancaman Pandemi Covid-19 gelombang ketiga sehubungan dengan penemuan varian baru (Omicron) yang lebih ganas.

Dua gelombang Covid telah cukup mengguncang segenap aspek kehidupan bangsa kita, termasuk persendian ekonomi Indonesia, bahkan ekonomi dunia.

"Kita bertanggung-jawab bersama untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga, di saat kehidupan ekonomi bangsa kita sedang berpulih," kata Mery.

Dalam SOP tersebut tertulis, kesejahteraan bangsa kita menjadi juga tanggung jawab bersama kita sebagai warga bangsa dan sekaligus sebagai umat beriman. Diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru tidak menjadi pemicu gelombang pandemi yang ketiga di negara.

"Kedisiplinan kita semua sangat dibutuhkan. Karena itu diperlukan hikmat dan kearifan dari semua anggota GMIT dalam mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru yang dengan sadar meliputi upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19," katanya

Sebagai gereja yang sadar akan panggilan untuk merawat hidup, GMIT memandang perlu memiliki
standar operasional pelayanan (SOP) yang menjamin ketertiban, keteraturan, dan sukacita perayaan Natal
dan Tahun Baru ini.

Inilah SOP Perayaan Natal dan Tahun Baru di semua lingkup pelayanan GMIT, diantaranya yang terkait dengan protokol kesehatan

-  Dilarang melakukan pawai, jamuan makan bersama, pesta, mabuk-mabukan, membunyikan petasan,
kembang api atau bahan peledak lain yang dapat mengganggu ketertiban umum selama masa raya
Natal dan Tahun Baru.

- Ibadah jemaat dapat dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) apabila tersedia fasilitas
pendukung yang memadai.

-  Perayaaan natal kategorial, fungsional/profesional dan rayon tidak dilaksanakan dalam bentuk acara
seremonial yang mengumpulkan banyak orang dalam waktu yang lama.

- Ibadah jemaat secara bersama di gedung kebaktian hendaknya memenuhi standar pelaksanaan
sebagai berikut:

a. Memastikan tempat ibadah memiliki sirkulasi udara yang baik, dan sinar matahari dapat
masuk, serta bila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala.

b. Ruangan ibadah harus disterilkan menggunakan desinfektan secara berkala.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved