Berita Kota Kupang

Ini Penilaian Akademisi Tentang IDI NTT Tahun 2020

Inilah penilaian akademisi dari Fakultas Hukum Undana Kupang, Dr. Yohanes G. Tuba Helan,S.H,M.H dan akademisi dari Fisip Undana

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Badan Kesbangpol NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, M.M didampingi Kabid Politik Dalam Negeri, Loucy Hermanus, Akademisi, John Tuba Helan dan Yohanes Jimmy Nami,S.Ip,M.Si, saat ekspose hasil IDI NTT 2020, Kamis 16 Desember 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Inilah penilaian akademisi dari Fakultas Hukum Undana Kupang, Dr. Yohanes G. Tuba Helan,S.H,M.H dan akademisi dari Fisip Undana, Yohanes Jimmy Nami, S.Ip,M.Si tentang hasil Hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2020.

John Tuba Helan sapaan akrab Yohanes G. Tuba Helan adalah salah satu narasumber pada Ekspose hasil IDI  Provinsi NTT Tahun 2020 di Aula Kantor Badan Kesbangpol NTT, Kamis 16 Desember 2021 petang.

Dalam materinya tentang Perkembangan IDI NTT dari Perspektif Akademisi, John mengatakan, demokrasi bukan proses sekali jadi, dibangun secara berkelanjutan dan salah satu cara mengukur demokrasi yakni dengan IDI.

Menurut John, terdapat tiga aspek IDI sejak 2015-2019 , yakni angka IDI selalu fluktuatif. "Baik dari aspek kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi. Tahun 2019  IDI NTT 81.02 dengan kategori baik," kata John.

John menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yakni pelaksanaan fungsi kaderisasi parpol, rekomendasi DPRD ke eksekutif, penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah, perda hasil inisiatif DPRD dan kebijakan pemerintah daerah dinyatakan bersalah oleh putusan PTUN.

Terkait Perda inisiatif DPRD, ia mengatakan, dirinya adalah salah satu akademisi yang terlibat dalam pembahasan perda inisiatif DPRD NTT.

"Kalau sebelum tim pakar akademisi dilibatkan dalam pembasahan perda inisiatif ini memang kurang, tapi ketika tim akademisi dilibatkan, maka perda inisiatif sudah cukup banyak," ujarnya.

Ekspose hasil IDI Provinsi NTT tahun 2020 ini dihadiri Kepala Badan Kesbangpol NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, M.M, Kabid Politik Dalam Negeri, Loucy Hermanus, Kabid Wasnas, Medi Pello dan anggota pokja IDI NTT.

Sementara itu, Yohanes Jimmy Nami,S.Ip,M.Si dari Fisip Undana Kupang mengatakan, sebagai parpol, maka harus selalu hadir di masyarakat, bukan saja lima tahun menjelang pemilu.

"Peran mereka dalam segala aspek lemah, seperti aspek primer. Di setiap kesempatan saya sampaikan itu dan parpol mengakui hal itu," kata Jimmy.

Dikatakan, bicara demokrasi tidak bisa jauh dari parpol, karena itu parpol harus berperan aktif.

Lebih lanjut, terkait dana pembinaan parpol, Jimmy mengatakan, pemanfaatan dana bantuan parpol itu, dipertanggungjawabkan secara administrasi pemerintahan. 

Jimmy menyampaikan soal komponen penegakan fungsi masyarakat sipil, yakni LSM, pers, supremasi hukum, perguruan tinggi dan parpol.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved