Breaking News:

Ibnu Sanda dan Subhan Peserta Terbaik Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D

Ibnu Sanda dan Staf Dispora Lembata, Subhan Goran Tokan menjadi peserta terbaik dalam pelatihan pelatih lisensi D

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/SIPRI SEKO
Ketua Terpilih Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik pose bersama dua peserta terbaik saat penutupan pelatihan pelatih sepakbola di Hotel Pelangi, Kupang, Senin (13/12). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Polres Kupang Kota, Polda NTT, Ibnu Sanda dan Staf Dispora Lembata, Subhan Goran Tokan menjadi peserta terbaik dalam pelatihan pelatih lisensi D yang digelar Forum NTT Bisa. Penetapan dua terbaik ini diumumkan instruktur dari PSSI Pusat, Firmansyah saat penutupan pelatihan di Hotel Pelangi, Kupang, Senin (13/12).

"Saya memberi apresiasi kepada semua peserta yang mengikuti pelatihan ini. Mereka luar biasa. Sangat komunikatif selama pelatihan ini. Dari semua peserta, saya merekomendasikan dua orang menjadi yang terbaik. Biasanya untuk naik level, minimal harus dua tahun melatih. Namun untuk kedua orang ini, atas rekomendasi saya, satu tahun saja mereka sudah boleh naik ke lisensi C," tegas Firmansyah.

Firmansyah, eks pemain Timnas Indonesia ini mengucapkan terima kasih kepada panitia, Asprov PSSI NTT dan Dispora NTT yang menyelenggarakan pelatihan ini. Dia berharap, para pelatih yang telah lulus ini nanti akan melahirkan pemain potensial yang berguna bukan hanya untuk NTT, tapi juga Indonesia.

"Terima kasih untuk penerimaan di NTT. Saya siap terus berdiskusi dengan para pelatih di NTT. Semoga sepakbola NTT cepat berkembang," kata asisten pelatih timnas U-16 ini.

Ketua Terpilih Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik saat menutup kegiatan itu mengatakan, NTT harus punya banyak pelatih terbaik. Pemain yang bagus, kata Chris, hanya lahir dari pelatih terbaik.

"Sebagus apapun pemain, tapi kalau tidak didampingi pelatih, kita tidak akan berhasil. Sejak awal terpilih, saya mengatakan bahwa mengurus sepakbola itu bukan super man, tapi harus super team. Untuk itu, saya berharap para pelatih ini nanti akan membawa perubahan dengan menciptakan sebanyak mungkin pemain muda bagi NTT," kata Chris.

Chris berjanji, Asprov PSSI NTT akan terus menggelar pelatihan pelatih dan wasit. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan karena penyebaran wasit dan pelatih di NTT belum merata di semua daerah.

Ketua Panitia, Goris Mbete dalam laporannya mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, Malaka. Selanjutnya dari Lembata, Flores Timur, Ngada dan Nagekeo.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Asprov PSSI NTT dan Dispora NTT yang sangat mendukung kegiatan ini. Juga kepada askab dan askot yang sudah mengirim pesertanya untuk disertifikasi," kata Goris.

Goris mengatakan, kegiatan ini digelar selama seminggu, yakni 7-14 Desember 2021. Para peserta mendapatkan materi teori dan praktek dari Coach Hermansyah. Materi lainnya dari dari Asprov PSSI NTT dan pakar olahraga. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved