Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pos Kupang Adakan Lomba Pidato Tingkat SMA Selama Tiga Hari 

Harian Pos Kupang menggelar lomba pidato Bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Nusa

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/MICHAELLA UZURASI
Panitia Lomba Pidato Bahasa Inggris sedang memantau jalannya lomba, Kamis 9 Desember 2021 

Pos Kupang Adakan Lomba Pidato Tingkat SMA Selama Tiga Hari 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Harian Pos Kupang menggelar lomba pidato Bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Nusa Tenggara Timur Kamis, 09/12/2021 dan akan berlangsung selama tiga hari kedepan

Ketua Panitia Lomba, Kristanto Bisilisin mengungkapkan, total ada 90 peserta dari berbagai SMA di NTT sehingga para peserta dibagi dalam enam sesi dan setiap sesi 15 peserta. 

"Jadi ini kegiatannya tiga hari, setiap hari ada dua sesi," jelas Tanto. 

Kegiatan disponsori oleh Bank NTT, Universitas Citra Bangsa (UCB), Kadin NTT, Telkomsel, Aston Kupang Hotel & Convention Center, Kristal Hotel, Johan Julius Oematan, S.H., M.H dan Frans Aba, S.E., M.Ec., Ph.D.

Hasil lomba akan diumumkan saat puncak acara Hari Ulang Tahun Provinsi NTT, 20 Desember mendatang dan hadiah akan diserahkan oleh Gubernur NTT. 

Juri Lomba, Reny Bani Billy, mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh Pos Kupang sangat luar biasa bagus karena Pos Kupang telah mengadakan suatu event yang tidak hanya mengasah kemampuan Bahasa Inggris peserta tetapi juga membuka wawasan mereka dalam berpikir mengenai apa yang harus dilakukan untuk keberlangsungan pariwisata di NTT. 

"Saya sangat bangga menjadi salah satu juri. Ini suatu event yang bermartabat. Para panitia menyiapkan dengan begitu matang dan memikirkan bagaimana mekanisme lomba dalam situasi pandemi Covid. Suasana lombanya sangat kompetitif," jelas Reny.

Reny juga berterimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras untuk melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai juri, menghadirkan penutur asing sebagai juri, merangkul semua sekolah di NTT untuk ikut terlibat melibatkan pihak pemerintah dan mengatur jalannya lomba sehingga bisa berlangsung dengan tertib dan adil. 

"Walaupun masalah internet menjadi salah satu hambatan bagi beberapa peserta namun Pos Kupang melakukan upaya terbaik sehingga peserta dapat berlomba dengan baik," ujarnya.(cr4)

Berita Pendidikan Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved