Kongres Asprov PSSI NTT

Fary Francis Ucapkan Terima Kasih Buat 11 Askab Pendukung

Kita memang dikalahkan dengan cara-cara yang penuh intrik. Bahkan intimidasi terus menghampiri sahabat-sahabat.

Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto Fary Francis Ucapkan Terima Kasih Buat 11 Askab Pendukung
pos kupang/sipri seko
Fary Francis dan David Fulbertus.

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - "Kita telah menyaksikan momen suksesi kepengurusan Asprov PSSI NTT yang jauh dari fair play dan kewajaran. Kita memang dikalahkan dengan cara-cara yang penuh intrik. Bahkan intimidasi terus menghampiri sahabat-sahabat. Berbagai bujuk rayu pun ditebar. Pertarungan yang kita harapkan sehat dan waras berubah menjadi pertarungan penuh settingan mulai dari hal-hal substansial seperti tata tertib dan mekanisme pemilihan hingga hal-hal teknis di kongres."

Fary Francis, salah satu calon ketua umum Asprov PSSI NTT mengikuti proses pemilihan di Aula El Tari, Kupang, Sabtu 4 Desember 2021. Fary kalah satu suara dari pemenang pemilihan, Chris Mboeik.

"Kita dikalahkan tetapi itu tidak harus membuat kita tertunduk lesu. Kita tetap berjalan dengan kepala tegak karena sepakbola adalah bagian dari hidup kita, dari komitmen dan panggilan hidup kita. Kita memang tidak mendapat tempat dalam wadah Asprov PSSI NTT, tetapi kita mendapatkan ruang dalam hati publik pencinta sepakbola."

"Publik sepakbola tahu siapa yang sungguh-sungguh mencintai sepakbola dan membangun sepakbola dengan hati, dengan passion. Dan siapa yang memperalat sepakbola hanya sebagai batu loncatan untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan mungkin sesat," katanya.

Fary mengaku bersyukur dan berbangga karena bisa berjalan bersama-sama dengan rekan-rekan pencinta sepakbola dari 11 askab. Soliditas, kekompakan, daya tahan dan daya juang bersama memberikan tanda bahwa masih ada banyak orang yang berikhtiar baik untuk sepakbola, yang memiliki hati dan cintanya bagi sepakbola.

"Saya sangat memahami bahwa dalam proses ini rekan-rekan bisa saja berada dalam tekanan; diintimidasi dan dirayu. Digoda dan dicoba dengan berbagai cara, pendekatan dan modus. Namun, saya berbangga rekan-rekan masih tetap punya komitmen untuk membangun sepakbola dengan cinta. Mengelola sepakbola dengan hati. Karena itu tetap setia sampai akhir. Tetap bersama dalam kondisi kita tidak diuntungkan," tulis Fary dalam rilisnya, Minggu 5 Desember 2021.

Pertarungan semalam bukan akhir dari perjuangan kita membangun sepakbola NTT. Kesempatan itu berada di pihak mereka. Kita amati bagaimana mereka mengelola sepak bola NTT. Dengan cara kita, kita tetap membangun sepak bola dengan hati dan cinta.

Untuk itulah saya berterima kasih atas komitmen dan kesetiaan memperjuangkan nilai dalam sepak bola. Kita dikalahkan tetapi kita tidak kalah. Mereka memenangkan kursi, kita memenangkan nilai. Yang abadi adalah nilai. Tetap semangat. Jaga komitmen.

Pupuk terus nilai. Karena kita masih di jalan yang sama untuk membangun sepak bola NTT dengan hati. Untuk memastikan sepak bola NTT punya masa depan. Untuk memicu perubahan-perubahan dalam persepakbolaan kita. **

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved