Breaking News:

Terapkan Pertanian Terintegrasi, Petani Milenial Ini Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Duta Petani Milenial dari Kabupaten Sumba Timur, NTT, Aprianto Kalikit Kalorang, telah berhasil menerapkan sistem pertanian terintegrasi.

Editor: Agustinus Sape
BPPSDMP
Duta Petani Milenial dari Kabupaten Sumba Timur, NTT, Aprianto Kalikit Kalorang, dengan latar belakang ternak ayam broiler miliknya. 

Terapkan Pertanian Terintegrasi, Petani Milenial Ini Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

POS-KUPANG.COM, SUMBA TIMUR – Untuk menekan biaya produksi, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk menerapkan pertanian terintegrasi. Yakni memanfaatkan komoditi lainnya yang ditanam dan atau dikelola secara bersamaan dalam satuan lahan petani.

Termasuk di dalamnya pengendalian hama terpadu (PHT) dapat dilakukan dengan memadukan keselarasan antar tanaman. Kementerian Pertanian mengarahkan pertanian terintegrasi agar dimaksimalkan oleh petani milenial.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan petani milenial merupakan tumpuan harapan pertanian Indonesia di masa mendatang.

"Petani milenial dan andalan saat ini banyak meraup hasil dan keuntungan yang melimpah dari hasil bertani. Kuncinya adalah mereka mengunakan kerjasama dalam mendapatkan akses market nasional bahkan internasional dan komunitas pertanian untuk memasarkan hasil pertanian di dalam negeri dan luar negeri," papar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan hal serupa.

Menurutnya, selain memanfaatkan peluang, petani milenial harus mampu mendongkrak produktivitas dan menjaga kualitas dan menjamin kontinuitas produknya lewat inovasi teknologi termasuk memanfaatkan pertanian terintegrasi seperti ini.

“Para DPM dan DPA harus memanfaatkan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk memasarkan dan mengembangkan produknya dan mendapatkan modal. Contohnya, jika mengalami kesulitan usaha, mereka bisa memanfaatkan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR),” imbuh Dedi.

Dedi bangga dengan semangat petani muda. Menurutnya, para petani muda bisa bangkit dan terus semangat ketika jatuh.

“Karena petani itu pantang menyerah dan petani itu keren,” tutup Dedi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved