Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Kolaborasi dan Sinergitas Program Mendukung Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Anak di NTT

Jangkauan program ini juga memberi peluang terhadap aliran data ke pemerintah melalui data SIMPONI.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kegiatan bertajuk kolaborasi dan sinergiras program mendukung lingkungan aman dan nyaman bagi anak di NTT digelar di Hotel Aston, Rabu 1 Desember 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Yayasan Madani dan Childfund kembali menggelar kegiatan guna memberi perhatian lebih bagi anak. Kegiatan bertajuk kolaborasi dan sinergiras program mendukung lingkungan aman dan nyaman bagi anak di NTT digelar di Hotel Aston, Rabu 1 Desember 2021.

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan khusus anak, mewakili kadis pemberdayaan perempuan dan anak provinsi NTT, Patrisia Sumarni, menjelaskan, Perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), pihaknya sangat terbantu dengan yayasan cita Madani yang telah membantu Pemprov NTT melalui kegiatan semacam ini.

Program ini, menurutnya merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak. Hak anak dari identitas hingga hak rekreasi.

Melalui program semacam ini, justru akan sangat bagus. Sebab, program ini memiliki jangkauan hingga ke Desa/Kelurahan. Jangkauan program ini juga memberi peluang terhadap aliran data ke pemerintah melalui data SIMPONI.

Baca juga: Dirjen KSDAE KLHK Jalin Kerja Sama dengan Pemprov NTT

"Kabupaten/Kota di 22 wilayah di NTT kita sudah programkan dengan satu aplikasi data yang namanya data SIMPONI. Itu setiap bulan wajib hukumnya tiap kabupaten melaporkan. Disitu ada data kekerasan terhadap anak, KDRT, kekerasan seksual, pemerkosaan sampai dengan yang lain-lain," jelas dia.

Patrisia menyebut program perlindungan terhadap anak memang sudah banyak dikerjakan pemerintah. Namun, sampai dengan saat ini baru ada 18 daerah di NTT memiliki program ini yang tersebar di 57 desa. Sisa daerah belum membentuk.

Dia menegaskan, ini menjadi tugas bersama untuk mengadvokasi dan membentuk desa dalam menerapkan program demikian.

Dia mencontohkan Kabupaten Sumba Timur yang beberapa waktu lalu telah membentuk program tersebut.

Baginya, kehadiran LSM seperti Yayasan Cita Madani dan Child Fund telah membantu proses pembentukan. Termaksud di Kabupaten Suma Timur itu yang dibentuk melalui gerakan child Find dan berhasil membentuk implementasi program itu di 8 desa. 

Baca juga: Realisasi PKB Masih Rendah, Pemprov NTT Kebut Sisa Waktu

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved