Berita Manggarai Timur

Enam Puluh Kader Dasa Wisma di Matim Diberi Pelatihan Administrasi dan Kelembagaan PKK

salah satu kelompok kerja dari gerakan PKK dapat menjadi ujung tombak pada pelaksanaan 10 program pokok PKK

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur, Ny Theresia Wisang Agas foto bersama dengan Kader Dada Wisma. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG--Sebanyak 60 orang kader Dada Wisma dari 60 desa/Kelurahan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengikuti pelatihan Administrasi dan Kelembagaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) termasuk pendataan keluarga yang tepat dan akurat.

Kegiatan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Pencegahan Covid-19 secara ketat ini berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 2 dan 3 Desember 2021.

Kegiatan Pelatihan yang berlangsung di aula Hotel Gloria Borong ini dibuka oleh Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Matim, Hendrikus Radas, didampingi Ketua TP-PKK Matim, Ny Theresia Wisang Agas dan Wakil Ketua TP-PKK Ny Alexandria Anggal Jaghur.

Hadir juga dalam kegiatan pembukaan ini Sekertaris TP PKK, Erlin Making bersama pengurus dan anggota TP-PKK Kabupaten Matim.

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan, Kapolda Perintahkan Periksa 4 Saksi Bukan dari Keluarga Korban

Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai Timur, Ny Theresia Wisang Agas, kepada wartawan di sela kegiatan itu, menjelaskan, tujuan diberikan pelatihan itu, dengan harapan agar kader Dasa Wisma sebagai salah satu kelompok kerja dari gerakan PKK dapat menjadi ujung tombak pada pelaksanaan 10 program pokok PKK dan program Pemerintah.

Selain itu, Kader Dasa Wisma dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya tentang penataan, serta pengolahan data keluarga yang tepat dan akurat. Dan juga mengoptimalkan peran dan fungsi kader Dasa Wisma se-Kabupaten Matim.

Maksud dari kegiatan pelatihan itu juga kata, Ny Theresia, sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kader Dasa Wisma yang handal yang mampu mendata setiap warga yang ada dalam desa. Hal ini tentu dalam mewujudkan pengumpulan data, tertib administrasi, sehingga pertanggung jawaban hasil kerja dapat diteruskan ke TP-PKK secara berjenjang. 

Baca juga: Polres Manggarai Timur Salurkan Bantuan 12 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu

"Data yang diharapkan itu, data yang akurat, yang dapat dipakai saat dibutuhkan,"kata Ny Theresia.

Karena itu Ny Theresia mengharapkan kepada para peserta pelatihan itu untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang kader dengan baik, dimana tugas utamanya sebagai penggerak dan motivator bagi masyarakat.

Menurut Ny Theresia, memotivasi dan menjadi penggerak untuk berbagai hal, seperti berkaitan dengan gizi dan kesehatan, pendidikan, kesehatan ibu dan anak. 

"Disini kader dasa wisma sebagai motor penggeraknya. Kader yang ada juga diharapkan harus bekerja dengan hati. Jangan berpikir bahwa, bekerja hanya untuk mendapat uang berapa,"ungkap Ny Theresia.

"Uang itu sebagai akibat. Kalu dia kerja dengan hati, dalam hal ini mendata, tentu dia harus mendata warga dan keluarga, dimana setiap rumah harus dikunjungi dan didata. Disini butuh suatu kejujuran untuk mencatat data. Mengapa butuh jujur, karena dia harus mendata dengan yang sebenarnya. Supaya kalau ada program bantuan atau rencana pembangunan, pasti tepat sasaran,"tambahnya.

Menurut Ny Theresia, jika kader Dasa Wisma tidak jujur dalam memberikan data, maka berpengaruh terhadap program pembangunan di desa. Karena itu yang paling penting harus komitmen dengan tugasnya sebagai seorang Kader. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved