Breaking News:

Berita TTU

PMKRI Kefamenanu Dampingi Masyarakat Desa Loeram Bahas Dugaan Penggelapan BLT Oleh Penjabat Desa

Pengurus PMKRI Kefamenanu Dampingi Masyarakat Desa Loeram Bahas Dugaan Penggelapan Dana BLT Oleh Penjabat Kepala Desa

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Pose PMKRI Cabang Kefamenanu beserta masyarakat Desa Loeram saat menggelar mediasi bersama pemerintah daerah Kabupaten TTU, Jumat, 26/11/2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI) Cabang Kefamenanu mendampingi masyarakat Desa Loeram, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, melakukan mediasi bersama Pemerintah Daerah di Kantor Bupati TTU, perihal dugaan penggelapan Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh penjabat Kepala Desa setempat.

Mediasi yang digelar pada, Jumat, 26/11/2021, di Aula Lantai II, Kantor Bupati TTU ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat penerima BLT, Penjabat Kepala Desa, Ketua BPD beserta jajaran, Sekda TTU, Asisten I Setda TTU, Kepala Dinas PMD dan Camat Insana.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu, Kristoforus Bota pasca kegiatan tersebut mengatakan, pihak mendatangi pihak Pemda TTU untuk menindaklanjuti pertemuan pada 22 Oktober lalu.

Menurutnya, kedatangan kedua PMKRI Cabang Kefamenanu bersama masyarakat ini masih membahas topik persoalan yang sama perihal dugaan pengambilalihan dana BLT oleh penjabat kepala desa.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan dana Silpa Kabupaten TTU yang sampai saat ini belum dicairkan. Dalam mediasi yang berlangsung pada 22 Oktober, Bupati TTU, Drs. Juandi David, lanjutnya, memberikan tenggang waktu 1 Minggu bagi pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui Dinas PMD. Tetapi hingga saat ini persoalan tersebut belum tuntas.

Bertolak dari persoalan tersebut di atas, PMKRI Cabang Kefamenanu menilai, dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi di Desa Loeram karena kelalaian dari Dinas PMD.

Berdasarkan keluhan masyarakat, ujar Kristoforus, sebanyak 149 penerima manfaat di Desa Loeram tidak menerima BLT tahap ke 3 sebanyak 3 bulan yang tidak dibayarkan.

Ia menambahkan, dalam mediasi kedua tersebut Sekda TTU berjanji untuk meminta pihak Inspektorat untuk mengaudit dana desa Loeram.

Kristoforus berharap, Pemda TTU konsisten menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat Desa Loeram.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved