Berita NTT
Pererat Solidaritas Antar Umat Beragama, HM Darwis Bantu Pembangunan Gereja di Rote Ndao
Mempererat solidaritas antar umat beragama, seorang tokoh muslim di NTT H. Muhammad Darwis memberikan bantuan untuk pembangunan salah satu Gereja di K
Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
Pererat Solidaritas Antar Umat Beragama, HM Darwis Bantu Pembangunan Gereja di Rote Ndao
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM | ROTE NDAO-- Mempererat solidaritas antar umat beragama, seorang tokoh muslim di NTT H. Muhammad Darwis memberikan bantuan untuk pembangunan salah satu Gereja di Kabupaten Rote Ndao.
Gereja tersebut yakni, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Solideo Batuleli yang terletak di Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.
"Hari ini kami jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Solideo Batuleli, Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah, merasa sangat bersyukur. Sebab, tanpa diduga, ada bantuan yang dikirim kepada kami," kata Gembala Sidang GSJA Solideo Batuleli, Deldi Jhon Ndaumanu.
Menurut dia, bantuan atau sumbangan ini diberikan oleh seorang tokoh, yang walau berbeda keyakinan tapi rela berbagi berkatnya kepada mereka.
Baca juga: Bos Kevin Nugroho Tak Jadi Ikut Konvoi Suporter Persis Solo : Terlanjur Beli Helm
Kata dia, dengan memberikan bantuan bahan material bangunan guna membantu meringankan proses pembangunan gereja.
"Kami yakini, bahwa ini terjadi karena ada campur tangan Tuhan. Sebab, walau kami tak mengenal pak Haji Darwis, tetapi beliau 'digerakan' untuk mau membantu kami," ungkap dia
"Bantuan ini merupakan suatu hal yang luar biasa, yang Tuhan nyatakan melalui pak Haji Darwis, kepada kami sebagai umat Kristiani," lanjut dia
Dia menceriterakan bahwa pada tahun 2019 lalu, atas kesepakatan jemaat, mereka merencanakan untuk membangun gedung gereja baru. Sebab, gedung yang selama ini digunakan untuk beribadah, mulai retak pada bagian tembok dan lantai karena kondisi tanah yang tidak mendukung.
Sehingga mereka sepakat untuk mencari lokasi lain untuk membangun gedung yang baru dengan biaya pembangunan masing-masing Kepala Keluarga (KK) dibebankan biaya senilai Rp. 1.000.000. Namun, dalam perjalananya, mulai mewabah virus Covid-19, dan berdampak pada penghasilan jemaat yang rata-rata berprofesi sebagai petani, yang berjumlah 8 Kepala Keluarga, dengan anggota jemaat (jiwa) kurang dari 50 orang.
Hingga pada tahun 2020 lalu, melalui persepuluhan padi yang dikumpulkan jemaat, kemudian diuangkan agar bisa membangun, dengan harapan terus melanjutkan pembangunanya.
Tetapi situasi dan kondisi yang belum pulih akibat Pandemi Covid-19, akhirnya pembangunan langsung terhenti, dengan hanya bisa membangun fondasi gedung.
Walau demikian, "kami masih terus berusaha agar bisa melanjutkan pembangunanya. Sehingga pada pertengahan tahun ini, sekitar bulan Juli, kemudian kami kembali bersepakat untuk melanjutkan, walau belum memiliki dana yang cukup," tuturnya
Ia maupun seluruh jemaat terus membawakan hal itu sebagai pergumulan.
"Kami percaya, Tuhan sanggup dengan kuasanya yang maha besar, sanggup dan mampu membuka jalan bagi kami," ujar dia
Banyak cara yang dilakukan guna membangun gedung gereja salah satunya dengan menggalang dana dengan membuat rantangan. Tetapi hal itu terhalang lagi, akibat kesibukan masing-masing jemaat dalam situasi sulit ini (pandemi Covid-19).
Akhirnya, pergumulan semua jemaat mulai memperoleh titik terang dengan adanya bantuan dari H Darwis.
"Saya sedikit terkejut, bukan karena tidak yakin, tapi ini tentang seorang Haji, dan pasti bukan beragama Kristen. Dan saya hanya bilang 'Puji Tuhan', dan merasa sangat bersyukur," ungkap dia
"Serasa ini sangat mustahil bagi kami," lanjut dia
Sebab, untuk pak Haji Darwis, secara pribadi, ia betul-betul belum pernah kenal beliau. Tetapi mungkin ada orang lain yang sudah lebih dulu mengenal beliau dan merasa peduli dengan keadaan gedung gereja mereka. Sehingga kondisi ini bisa sampai diketahui oleh Pak Haji Darwis.
Bahkan, melalui panitia juga belum pernah dibuatkan semacam proposal permohonan bantuan kepada beliau. Tetapi, menurut informasi, beliau bisa tahu kendala yang dialami melalui seseorang.
Untuk pelaksanaan pembangunan, harus diakuinya bahwa pihaknya benar-benar terbatas. Selain terbatas dengan jumlah jemaat juga terhadap soal pendanaan.
"Tetapi kami terus berusaha walau dalam keterbatasan. Yang kemudian bisa menyediakan sejumlah material dari hasil swadaya jemaat," bebernya
Pasir, semen dan juga beberapa staf besi sudah tersedia di lokasi pembangunan (swadaya jemaat). Begitu juga dengan papan cor. Sehingga pihaknya segera melanjutkan proses pembangunan yang sempat terkendala sebelumnya.
Dengan kebutuhan yang masih terbatas itu, kemudian Tuhan menyatakan kasihNya kepada mereka. Melalui Haji Darwis, pihaknya dibantu material bangunan. Jumlahnya sangat banyak dan sangat membantu.
"Kami bersyukur dan berterima kasih untuk hal yang luar biasa ini. Karena betul-betul terjadi diluar dugaan, disaat kami sangat membutuhkan, pak Haji Darwis, memberi bantuan. Kami juga rindu untuk menyampaikan rasa terima kasih kami secara langsung kepada pak Haji Darwis," tandasnya
Ia merincikian, bantuan yang diberikan adalah, Besi 12 mm 30 staf, Besi 8 mm 20 staf, Terpal air 1 bh, Argo 1 bh, Paku 5 kg, Sekop 2 bh, Kawat ikat 5 kg dan Semen 20 sak.
Bantuan ini sudah diserahkan oleh salah satu perwakilan yang diutus oleh Pak Haji Darwis, yakni Haji Pua Djendo dan diterima secara simbolis oleh Gembala Sidang Jemaat GSJA Solideo-Batuleli, Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah, di lokasi pembangunan gedung gereja yang baru. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jemaat-gsja-solideo-batuleli-sedang-bergotong-royong.jpg)