Breaking News:

Menghadirkan Buku Sastra

kebutuhan akan kehadiran buku-buku sastra terasa semakin urgen. Akan tetapi, masyarakat khususnya warga sekolah, kerap kesulitan untuk mendapatkannya.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Albertus Muda, S.Ag, Guru Honor SMA negeri 2 Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT. Albertus Muda juga sebagai Koordinator Festival Literasi Daerah Lembata-Nusa Tenggara Timur 

Oleh: Albertus Muda, S.Ag

Guru Honorer SMA Negeri 2 Lewoleba-Kabupaten Lembata

Ricardus Wawo, wartawan Pos Kupang area Lembata, pada 4 Oktober 2019 silam, pernah mendatangi penulis di sekolah. Ia datang secara mendadak, oleh karena postingan penulis di dinding akun facebook berjudul, “Kami Rindu Buku Sastra”.

Tanpa menunggu lama, wartawan muda itu datang ke sekolah dan mewawancarai penulis. Hasil wawancara, tertuang dalam sebuah berita berjudul, “SMA Negeri 2 Lewoleba Kekurangan Buku Sastra” (kupang.tribunnews.com, 4/10/2019).       

Penulis tidak pernah menduga bahwa postingan di akun facebook, akan menggugah banyak penulis baik perorangan maupun komunitas untuk berdonasi buku-buku sastra. Sastra Kidung Semilir (SKS) adalah salah satu komunitas sastra yang ikut berpartisipasi menyumbangkan buku-buku sastra berupa puisi, cerpen dan novel.

Setelah didata, umumnya buku yang dikirim, didominasi kategori sastra modern, yang ketersediaan di sekolah-sekolah pun, masih sangat terbatas. Selain sastra modern, buku-buku sastra lama seperti pantun, dongeng dan hikayat pun, masih sangat dibutuhkan, tetapi jumlahnya pun masih sangat terbatas.

Dalam perjalanan waktu, kebutuhan akan kehadiran buku-buku sastra terasa semakin urgen dan mendesak. Akan tetapi, masyarakat khususnya warga sekolah, kerap kesulitan untuk mendapatkannya. Kalau pun ada, jumlahnya pasti sangat terbatas dan itu pun harus dibeli dengan harga yang mahal. Inilah tantangan terbesar yang sedang dialami dunia pendidikan kita, yang kebanyakan perpustakaan sekolah masih disesaki dengan buku-buku pelajaran. Sayangnya, alokasi anggaran pengadaan buku-buku sastra, belum mendapat tempat dalam penyusunan RKAS.

Kerinduan akan hadirnya buku sastra juga disampaikan Bakdi Soemanto, pendiri Bengkel Teater Yogyakarta berama W.S. Rendra, cs. Melalui artikelnya, “Penerbit dan Buku Sastra di Indonesia,” dalam bunga rampai “Buku Membangun Kualitas Bangsa, Bunga Rampai Sekitar Perbukuan di Indonesia” (Franz Magnis Suseno, dkk, 1997:301-302), ia mengungkapkan keyakinanya bahwa jila pak Habibie mendorong teknologi maju, alangkah baiknya, Pak Wardiman juga mendorong gairah masyarakat untuk membaca karya sastra. Dengan kata lain, jikalau kita telah mampu membuat mobil, kapal laut bahkan pesawat terbang, maka kita pun mestinya memperjuangkan kehadiran buku-buku sastra penting meskipun kurang populer. Jika tidak demikian, maka pemerataan pembangunan bangsa di bidang pendidikan khususnya sastra masih berjalan pincang.

Bakdi mencoba membedakan antara karya sastra penting yang populer dengan karya sastra penting yang kurang populer. Baginya, kepopuleran karya sastra, selain terletak pada isi karya yang luar biasa, tetapi juga oleh kesohoran pengarangnya yang sudah dikenal luas. Kita mempunyai sastrawan nasional yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki karya sastra yang berkualitas seperti, Chairil Anwar, W.S. Rendra, H.B. Jassin, Mamah S. Mahayana, Y.B. Mangunwijaya, dan masih banyak sastrawan hebat yang lainnya.

Selain sastrawan nasional, NTT juga memiliki sastrawan yang juga telah dikenal luas seperti Dami N. Toda, Gerson Poyk, Yohanes Sehandi, John Dami Mukese, Maria Mathildis Banda, Yosep Yapi Taum, Feliks K, Nesi, Mezra E. Pellondouw, Pion Ratuloli dan masih banyak lagi (Yohanes Sehandi, Antologi Esai dan Kritik Sastra NTT, Ed, 2021: x-xi). Para sastrawan ini dikenal bukan saja sebagai penulis, tetapi juga karena karya sastra yang mereka hasilkan, benar-benar konsisten menyuarakan lokalitas kedaerahan. Dengan kata lain, konten atau isi karya mereka relevan dengan zamannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved