Breaking News:

Berita Kota Kupang

Analisis Kondisi Ekonomi dan Fiskal Dukung Pertumbuhan yang Inklusif di Wilayah Provinsi NTT

Kanwil DJPb Provinsi NTT sebagai representasi Kemenkeu di daerah berusaha berperan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kegiatan analisis ekonomi dan fiskal regional dalam bentuk Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2021 Provinsi NTT di kantor DJPb 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Kanwil DJPb Provinsi NTT) sebagai representasi Kementerian Keuangan ( Kemenkeu) di daerah selalu berusaha untuk berperan serta dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya di wilayah Provinsi NTT.

Salah satunya adalah dengan menyusun suatu laporan analisis ekonomi dan fiskal regional dalam bentuk Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2021 Provinsi NTT, yang sekaligus dalam rangka penajaman peran Kanwil DJPb Provinsi NTT sebagai Regional Chief Economist (RCE) di wilayah NTT.

Dalam rangka meningkatkan kualitas kajian tersebut, Kanwil DJPb Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan diseminasi secara daring pada hari Senin tanggal 29 November 2021.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo serta Regional Economist Kanwil yaitu Dr. Frits Oscar Fanggidae, MEP yang merupakan ahli ekonomi dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Adapun peserta yang diundang pada kegiatan ini adalah instansi stakeholder dari Kanwil antara lain yaitu Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, BPS Provinsi NTT, Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Bappelitbangda Provinsi NTT, BPKAD Provinsi NTT, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, dan pihak media.

Dalam paparannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT menyampaikan gambaran perkembangan ekonomi Provinsi NTT pada Triwulan III-2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 2,37% (yoy) dengan lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi penyumbang PDRB terbesar dengan persentase 29,04%.

Sektor Konstruksi serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menjadi lapangan usaha dengan tingkat pertumbuhan PDRB tertinggi yaitu dengan kenaikan mencapai angka 15,48% dan 14,65%. Dari sisi lapangan kerja, sektor Pertanian masih menyerap jumlah tenaga kerja terbesar dengan 50,37% dari total 2,81 juta orang penduduk yang bekerja.

Terkait dengan pelaksanaan APBN, pendapatan negara Provinsi NTT mengalami pertumbuhan 0,3% sedangkan belanja negara terkontraksi sebesar 13%.

Ini sebagian besar dikontribusikan oleh realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mengalami penurunan sebesar 43% dibandingkan tahun 2020, dikarenakan mekanisme penyaluran TKDD pada tahun 2021 yang sudah mengikuti mekanisme normal dibandingkan relaksasi yang diberikan oleh pemerintah pada tahun 2020.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved