Breaking News:

Berita Sumba Timur

Malam Budaya Sarung Penyembuh Luka Menghipnotis, Ini Komentar Aktivis Perempuan

Malam Budaya Konas Perempuan GMKI 2021 yang mengusung tema Sarung Penyembuh Luka menghipnotis seluruh penonton

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Pementasan Monolog Sarung Penyembuh Luka yang dipentaskan dalam Malam Budaya Konas perempuan GMKI di Waingapu, Sabtu, 27 November 2021 malam 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Malam Budaya Konas Perempuan GMKI 2021 yang mengusung tema Sarung Penyembuh Luka menghipnotis seluruh penonton di Gedung Pendeta Umbu Hapu Mbay, Payeti Waingapu, Sumba Timur, Sabtu 27 November 2021 malam. 

Malam budaya itu menampilkan pentas utama berupa monolog 'Sarung Penyembuh Luka' dari Komunitas Solidaritas Perempuan dan Anak (Sopan) Sumba

Monolog yang mengusung tema kekerasan terhadap perempuan Sumba itu dipentaskan Ira Lodang dari SOPAN dengan pemain pendukung seperti Yuki dan Ruben dari Sopan, serta Nia, Riski, Misel dan Efrin dari Rumah Aman Waingapu

Selain itu, monolog juga menampilkan Putri sebagai penari garuda, Domi dan Grace sebagai penari sumba serta didukung penyanyi dari SMAK Andaluri, penabuh gong dari Sanggar Ori Angu, penata suara James dan Edi, penata lampu Indra, properti dari GMKI Waingapu dan tim pendukung dari panitia Konas Perempuan GMKI. 

Selain monolog, malam budaya juga diisi dengan hiburan dan fashion show anak anak dan remaja dengan tema etnik Sumba serta tarik suara lagu daerah oleh peserta Konas Perempuan GMKI dari seluruh Indonesia.

Dalam malam budaya juga dianugerahkan penghargaan perempuan inspiratif kepada Tia Simorangkir, produser dan sutradara film yang memenangkan Festival Film Indonesia tahun 2020 dengan mengangkat perjuangan perempuan yang melahirkan anak di balik jeruji besi. 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang hadir tampak menikmati rangkaian pertunjukan dan hiburan bernuansa budaya itu.  Bupati Sumba Timur Khristofel Praing yang mendampingi Gubernur Laiskodat pun tampak selalu merekam momen momen menarik dengan handphone milikinya. 

Martha Hebi, aktivis perempuan dari Sopan yang menulis dan menjadi sutradara monolog Sarung Penyembuhan Luka mengatakan, monolog itu mengusung tema kekerasan terhadap perempuan Sumba. 

Naskah tersebut ditulis berdasarkan riset yang dilakukan Sopan Sumba dan kegelisahan serta pengalaman para relawan Sopan terhadap berbagai kasus kekerasan yang dialami. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved