Harian Pos Kupang, Sejarah Media Pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Surat kabar ini termasuk dalam grup Kompas Gramedia. Kantor pusatnya terletak di kota Kupang. Koran ini pertama kali terbit tahun 1 Desember 1992.

POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Foto bersama usai kunjungan dari Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang di kantor Pos Kupang, Rabu (16/1/2019) 

POSKUPANG.COM - Sejarah Pos Kupang, Media Pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pos Kupang adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Surat kabar ini termasuk dalam grup Kompas Gramedia. Kantor pusatnya terletak di kota Kupang. Koran ini pertama kali terbit tahun 1 Desember 1992.

Nusa Tenggara Timur NTT sebagai salah satu Propinsi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1992 belum memiliki surat kabar untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi. Hingga tahun 1992 yang menyuplai informasi bagi khalayak NTT hanya koran-koran dari luar daerah seperti : Kompas, Jawa Pos, Surya.

Untuk daerah sendiri masih berupa tabloid mingguan Dian yang diterbitkan di Kabupaten Ende oleh gereja Katolik melalui misi Societas Verbi Devini SVD. 47 Tahun 1976, NTT pernah menerbitkan sebuah tabloid mingguan dengan nama Kupang Pos yang dirintis oleh Damyan Godho, namun sepuluh tahun kemudian yakni 1986 penerbitan dihentikan karena berbagai persoalan yang dialaminya.

Hal ini menyebabkan masyarakat NTT terisolasi dari segi informasi. Dikatakan demikian karena NTT dipisahkan oleh pulau-pulau dengan berbagai 47 Diambil dari Company Profile Pos Kupang. potensi alam yang berbeda satu sama lain.

Setiap daerah memiliki suku bangsa, budaya, kebiasaan dan bahasa yang berbeda akibatnya tidak mengetahui situasi dan keadaan dalam wilayah sendiri. Prasangka sosialnya pun sangat tinggi akibat ketidaktahuan terhadap situasi dan budaya sesama masyarakat, yang terjadi adalah kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan roda pemerintah melalui media sangat minim akibat ketiadaan saluran.

Pada tahun 1992 tiga putra NTT, yakni Damyan Godho, Valens Doy, dan Rudolf Nggai pemilik percetakan Silvia berani menghidupkan kembali Kupang Pos menjadi Pos Kupang dengan menerbitkan Koran lokal yang dapat terbit setiap hari guna melayani kepentingan informasi masyarakat. Usaha ini didukung oleh Menteri penerangan kala itu, Harmoko.

Asumsi dasarnya bahwa pers mempunyai kontribusi dalam membentuk dan menunjang SDM yang berkualitas dengan dukungan dinyatakan secara nyata mengeluarkan SIUPP No: 282SKMenpenSIUPPA.61992 dan Surat Dirjen PPG No: 93Ditjen1966 tanggal 19 Juniv Berdasarkan SIUPP dan surat Ditjen PPG, tanggal 16 November 1992 Pos Kupang di bawah PT Timor Media Grafika, menerbitkan edisi pertamanya.

Pemimpin redaksinya saat itu, Damyan Godho. Awal terbitnya dilakukan dua hari sekali sebagai bagian dari percobaan dan mulai tanggal 1 Desember 1992, Pos Kupang rutin menerbitkan Koran setiap hari. Pada tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai hari berdirinya SKHU Pos Kupang.

Atas dorongan Gubernur NTT El Tari, pada tanggal 5 Desember 1977 terbit Mingguan Kupang Post di Kupang. Dicetak di Percetakan Arnoldus Ende setebal empat halaman. Isinya menyangkut hal-hal umum berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kepentingan masyarakat. Kupang Post terbit atas rekomendasi Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Penerangan (Deppen) NTT dan surat izin terbit (SIT) dari Menteri Penerangan RI.

Pemimpin redaksinya Damyan Godho yang pada waktu itu juga wartawan Harian Kompas Jakarta untuk wilayah NTT.

Ketika Damyan berhenti sebagai Pemred pada tahun 1978, pengelolaan Kupang Post diteruskan oleh Kanwil Deppen NTT. Namun karena pengelolaan yang tidak profesional, Kupang Post berhenti terbit sekitar tahun 1983/1984.

Pada tahun 1980-an, Yayasan Karya Sosial (YKS) Maumere menerbitkan Majalah Duta Masyarakat sampai awal 1990-an. Sementara di Kupang, sejak matinya Kupang Post, nyaris tidak ada terbitan. Masyarakat hanya bisa membaca Majalah Dian dan sejumlah surat kabar harian terbitan Jakarta, seperti Kompas, Suara Karya, Sinar Harapan, Media Indonesia, Majalah Tempo, Mingguan Hidup dan Bali Post. Media-media ini juga menempatkan wartawannya di NTT, yang secara rutin mengirim berita-berita menyangkut NTT ke kantor redaksinya.

Halaman
1234
  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved