Breaking News:

Berita Kota Kupang

Gelar Aksi 1000 Lilin, Warga Minta Polisi Ungkap Pelaku Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak

Gelar Aksi 1000 Lilin, Warga Minta Polisi Ungkap Pelaku Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Aksi belasungkawa warga Kota Kupang itu dilakukan didepan Kantor Gubernur NTT atau di ruas Jalan El Tari Kota Kupang, Minggu 27 November 2021 malam 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Warga di Kota Kupang menggelar aksi 1000 lilin dan tandatangan petisi terhadap kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak yang menghebohkan publik NTT belakangan ini.

Aksi belasungkawa warga Kota Kupang itu dilakukan didepan Kantor Gubernur NTT atau di ruas Jalan El Tari Kota Kupang, Minggu 27 November 2021 malam.

Chintya salah seorang warga mengatakan kasus harus segera diungkap pihak Kepolisian. Dia menyebut kasus menimpa Astri Manafe dan Lael merupakan suatu tindakan keji dari oknum yang hilang nuraninya.

"Ini sadis memang. Dimana hati orang itu tega menghabisi nyawa anak yang tidak berdosa. Kita harap polisi bisa secepatnya menangkap pelakunya," tegas Chintya.

Dia juga mengapresiasi solidaritas warga Kota Kupang yang menyikapi kasus ini sebagai sebuah kejadian kemanusiaan yang wajib menjadi perhatian semua pihak. Apalagi menurut dia, kekerasan terhadap perempuan marak terjadi di NTT belakangan ini.

Baca juga: Jenazah Ibu dan Anak Dimakamkan, Ibu Kandung dan Sang Nenek Tak Berhenti Menangis, Siapa Pelakunya?

Hal serupa disampaikan Anggita yang meminta pihak kepolisian Polda NTT untuk bisa secepatnya mengungkap kasus ini. Dia menyebut, kasus Nona Welkis beberapa waktu lalu harusnya menjadi pelajaran.

"Nona Welkis kemarin itu juga kasusnya sangat membuat kita cukup terpukul. Sekarang ini lagi. Aparat kepolisian bisa mengawasi hal itu," sebut dia.

Sementara itu, Saul Manafe yang hadir dalam kesempatan itu mendesak pihak kepolisian untuk bisa menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya, kalau memang semua bukti telah terkumpul, polisi segera menyampaikan ke publik.

"Kalau bisa secepatnya. Kalau bukti sudah mencukupi, bisa disampaikan ke publik," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved