Breaking News:

Berita Ende

Ansy Lema-KKP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita di Kabupaten Ende

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, terus menunjukkan komitmen, keberpihakan, dan kerja nyatanya

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Para nelayan pemancing gurita foto bersama usai melaksanakan pelatihan pembuatan pembuatan pancing gurita di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Ende, Sabtu 27 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY-Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si terus menunjukkan komitmen, keberpihakan, dan kerja nyatanya untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema itu menggandeng Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kerjasama dengan Kepala Balai Penyuluhan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Wilayah Kerja Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo, dan Dinas Perikanan Kabupaten Ende menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita bagi 100 nelayan penangkap gurita di Kabupaten Ende. Pelatihan berlangsung selama dua hari bertempat di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, pada Jumat-Sabtu (26-27/11/2021).

“Selama dua hari saya menggandeng KKP menggelar pelatihan untuk membuat alat pancing gurita hasil karya sendiri. Harga jual gurita lebih mahal dari jenis ikan lainnya seperti tongkol dan cakalang; satu kilogram gurita berkisar Rp. 40 ribu-Rp 60 ribu, sedangkan harga ikan tongkol hanya berkisar Rp.10-12 ribu/kilogram. Maka, bekal ilmu dari pelatihan ini diharapkan dapat menggarap potensi gurita, untuk menambah hasil tangkapan gurita serentak menambah peningkatan ekonomi keluarga nelayan,” ujar Ansy melalui keterangan tertulis yang diterima Pos Kupang, Minggu 28 November 2021.

Sinergi-Koordinasi Cepat dan Lancar

Ansy memaparkan ihwal terjadinya Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita di Kabupaten Ende. Ia mengaku pernah membaca dan mendengar cerita bahwa satu-satunya daerah di Indonesia yang sukses melakukan pengelolaan perikanan gurita secara berkelanjutan berdasarkan kearifan lokal hanya di Kabupaten Ende.

Contohnya di Kampung Arubara, Kelurahan Tetandaran dan Desa Persiapan Maurongga, bersepakat pada bulan-bulan tertentu tidak menangkap gurita di wilayah perairan yang telah disepakati; ditutup selama tiga bulan, agar terjadi peningkatan populasi (regenerasi gurita) sekaligus peningkatan hasil tangkapan gurita.

"Bahkan baru-baru ini, saya membaca, Bupati Ende melakukan panen di Arubara. Penutupan pada tanggal 29 Juli dan dibuka pada 4 November 2021 oleh Bupati Ende. Hasilnya, di areal wilayah yang ditutup itu, Bupati berhasil memancing gurita seberat 3 kilogram," cerita Ansy.

Hal tersebut dipertegas lagi dengan cerita Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Wilayah Kerja Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo, Andy Amuntoda, S.Pi ketika berkunjung dan berdiskusi di kantor Ansy di Senayan. Ia menginformasikan, data Dinas Perikanan Kabupaten Ende (2020) mencatat, produksi berbagai jenis ikan tahun 2020 mencapai 9.280.120 Juta ton. Artinya, produk perikanan tangkap di Ende sangat melimpah.

"Namun, dari 9.280.120 Juta ton perikanan tangkap tersebut, potensi gurita tidak tersentuh. Padahal, menurut kajian Pak Andy, Ende merupakan salah satu penghasil gurita terbesar di Indonesia yang sukses melakukan budidaya gurita secara berkelanjutan menggunakan kearifan lokal. Gurita dari Ende sudah diekspor ke beberapa negara seperti Yunani, Amerika, Jepang, dan China," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved