Breaking News:

Berita Sikka

Selama Masa Pandemi, Kejari Sikka Tidak Berhenti Berantas Korupsi, 3 ASN dan 2 Kontraktor Diproses

-Selama masa pandemi Covid-19 Kejari Sikka terus menerus melakukan upaya pemberantasan korupsi di daerah ini.Yang mana di masa sulit dan di tengah

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kajari Sikka, Fahmi, S.H, M.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Selama masa pandemi Covid-19 Kejari Sikka terus menerus melakukan upaya pemberantasan korupsi di daerah ini.

Yang mana di masa sulit dan di tengah warga sedang

menghadapi wabah corona Jaksa Kejari Sikka telah melakukan penegakan hukum.

Dari data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Kejari Sikka, Sabtu, 27 November 2021 siang menjelaskan, ada tiga kasus korupsi yang ditangani jaksa. Kasus pertama, pembangunan Puskesmas Bola dengan menetapkan dua tersangka. Kasusnya sudah ada kekuatan hukum tetap.

Baca juga: Bantai Persita Keok Skor 4-0, Aji Santoso Puji Permainan Pemain Asing Persebaya Taise

Kasus kedua, penyelewengan dana di Dinas PUPR Sikka dan memasukki tahap proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Kupang dengan satu tersangka. Kasus ketiga, pengadaan travo di RSUD TC.Hillers Maumere dengan dua tersangka dan pada proses penyidikan.

Dari tiga kasus itu, ada tiga ASN di Sikka yang terlibat dan ada dua kontraktor yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Selama masa pandemi Covid-19, Kejari Sikka tidak berhenti melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal tersebut dibuktikan  dengan penegakan hukum pada proyek pembangunan Puskesmas Bola, Penyelewengan Dana di PUPR Kabupaten Sikka dan proyek pengadaan  travo di RSUD dr. TC. Hillers Maumere,” ujar Kajari Sikka, Fahmi, S.H, M.H dalam program Jaksa Menyapa bersama POS-KUPANG.COM, Kamis, 25 November 2021 sore.

Kajari Fami mengatakan, dari segi tugas dan fungsinya, kejaksaan memiliki peranan yang  penting dalam pemberatasan tindak pidana korupsi.

“Perlu kami sampaikan penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara menjadi fokus Kejaksaan saat ini terutama dalam masa pandemi Covid-19. Hal ini sebagai upaya kami membangun dan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat (Public Trust) pada penegakan hukum di Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Sikka.

Mengupayakan penyelamatan keuangan negara/daerah dan pemulihan aset dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Keberhasilan penanganan perkara tindak pidana korupsi tidak semata diukur dari berapa kasus yang ditangani ataupun berapa orang yang dipenjarakan melainkan juga harus diukur dengan berapa kerugian negara yang diselamatkan.

Melalui upaya ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang pada akhirnya bermanfaat bagi Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya.Ia mengatakan, berdasarkan Data Kinerja Penegak Hukum Semester I Tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), kejaksaan menjadi lembaga penegak hukum yang capaian tertinggi dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dibanding dengan lembaga-lembaga lain (KPK dan Polri).

Selama semester I kejaksaan menangai 151 kasus (Polri 45 kasus/ KPK 13 kasus) dengan telah menetapkan 363 tersangka (Polri 82 tersangka/ KPK 37 tersangka) serta melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 26,1 Triliun (Polri Rp 388 Miliar/ KPK Rp 311 Miliar).

Oleh karena itu, pihak kejaksaan terus menerus melakukan sosialisasi dan pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Sikka.(ris)

Berita Sikka Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved