Breaking News:

Laut China Selatan

Militer China Minta AS Hentikan Aktivitas Militer di Laut China Selatan

USS Connecticut menabrak objek di bawah air di Laut Cina Selatan (SCS) bulan lalu. Sebelas pelaut di kapal selam terluka dalam kecelakaan itu

Editor: Agustinus Sape
US Navy
Kapal Selam Angkatan Laut AS, USS Connecticut. 

Militer China Minta AS Hentikan Aktivitas Militer di Laut China Selatan

POS-KUPANG.COM - Militer China pada hari Kamis 24 November 2021 meminta AS untuk menghentikan pengintaian, campur tangan, provokasi di Laut China Selatan yang disengketakan setelah kecelakaan baru-baru ini yang melibatkan kapal selam bertenaga nuklir Amerika di wilayah tersebut.

USS Connecticut menabrak objek di bawah air di Laut China Selatan (SCS) bulan lalu. Sebelas pelaut di kapal selam terluka dalam kecelakaan itu.

Mengomentari Angkatan Laut AS yang memecat dua perwira senior dari kapal selam serang bertenaga nuklir, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Kolonel Wu Qian mengatakan kepada media bahwa sejak tabrakan terjadi, sikap canggung dan rahasia pihak AS tak terhindarkan menimbulkan keraguan.

Mengangkat beberapa pertanyaan atas kegiatan kapal selam, Wu mengatakan, China percaya akar penyebab insiden ini adalah pengintaian jarak dekat yang ekstensif dan intensif, campur tangan, provokasi dan unjuk kekuatan yang dilakukan oleh kapal militer AS di Asia- Kawasan Pasifik, serta hegemoni militerisasi dan navigasi Amerika Serikat di Laut China Selatan.

"Kami mendesak pihak AS untuk segera menghentikan kegiatan seperti itu, untuk menghindari membenturkan kepalanya ke tembok," kata Wu.

AS dalam beberapa tahun terakhir telah mengintensifkan patroli udara dan laut di Laut China Selatan untuk menegaskan kebebasan navigasi.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan memiliki klaim balasan atas wilayah tersebut.

Selama bertahun-tahun, China telah membangun sejumlah instalasi militer di pulau-pulau reklamasi di Laut China Selatan dan mengerahkan armada besar kapal angkatan laut dan kapal selamnya.

Amerika Serikat telah mengkritik China karena memiliterisasi pulau-pulau itu dengan membangun landasan pacu panjang yang digunakan oleh jet tempur dan mengerahkan rudal anti-pesawat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved