Breaking News:

Berita Flores Timur

Kepala Sekolah di Flotim Diminta Hindari SPJ Fiktif

Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Flores Timur (Flotim) diminta tidak melakukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif selama menjabat

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Wabup Flotim saat menghadiri puncak Hari Guru Nasional di kecamatan Witihama, Adonara 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Flores Timur (Flotim) diminta tidak melakukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif selama menjabat. 

"Untuk Kepsek, hindari masalah hukum, terutama SPJ fiktif. Saya sendiri tau banyak soal itu. Saya sampaikan ke Ketua PGRI agar segera benahi itu, sebelum masalah menjadi besar," ujar Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli saat puncak Hari Guru Nasional di Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kamis 25 November 2021. 

Ia mengatakan, sebagai orang yang berbasic lawyer dan memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH), pihaknya siap membantu guru-guru yang bermasalah hukum. 

"Korupsi itu bukan ada niat untuk "makan" uang, tapi bisa juga hanya karena kesalahan administrasi. Maka itu, hindari. Jangan lakukan SPJ fiktif. Kita dari LBH boleh bantu, tapi jangan buat masalah yang disengaja, apalagi korupsi," katanya. 

Menurut dia, guru adalah profesi mulia. Secara harafiah, guru adalah orang yang membawa cahaya mengusir kegelapan. Kegelapan yang diperjuangkan adalah kebodohan dan kemiskinan.

"Ini dua musuh besar. Dan guru harus jadi garda terdepan. Tanpa itu, sia-sia jadi guru," tandasnya. 

Sebagai bentuk pengadilan terhadap negara, kata dia, seorang guru dituntut memiliki kapasitas dan kapabilitas. Karena itu, semua guru wajib berliterasi secara baik agar mempunyai kompetensi

"Memilih jadi guru maka mengabdilah tanpa batas. Ada pertanyaan reflektif di HGN, siapa saya? Saya adalah guru, sudahkah saya memiliki kapasitas dan kapabilitas? apa yang sudah saya kerjakan hari kemarin? sudahkah saya mengabdi dengan tulus terhadap bagsa dan negara? Jangan tanya apa yang sudah dibuat oleh negara kepada anda, tapi bertanyalah apa yang sudah saya buat sebagai guru," katanya. 

Ia menambahkan, selama ini negara sudah menunjukkan perhatiannya kepada guru-guru khususnya ASN, termasuk honor sertifikasi. 

"Jika negara sudah menghargai kita, maka kita hargai negara degan menjadi guru yang bermartabat. Tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. Guru jangan hanya sekedar berliterasi tapi harus mampu memecahkan persoalan. Guru harus bisa menulis, tapi harus jelas kajiannya, jelas analisisnya jelas solusinya, supaya bisa membantu pemerintah," tutupnya. (*) 

Baca Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved