Breaking News:

Berita Kupang

Kabid P2KB : Banyak Kasus Kekerasan pada Anak tak Dilaporkan

Membangun komunikasi yang baik dengan anak'anak. Sudah bukan zamannya lagi menggunakan pola-pola lama

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
Para peserta diskusi foto bersama usai kegiatan ini di Hotel Swiss-Belin Kristal Kupang, Kamis,  25 November 2021. 

Kabid P2KB : Banyak Kasus Kekerasan pada Anak tak Dilaporkan

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Banyak kasus kekerasan pada anak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT)  tak dilaporkan kepada lembaga  PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) atau kepada aparat keamanan.

PATBM telah dibentuk  oleh Yayasan Save the Children bekerja sama dengan  Pemkab Kupang pada sejumlah desa di daerah itu. 

Informasi ini terungkap pada  Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan  Kekerasan pada Satuan  Pendidikan Tingkat Kabupaten Kupang di Hotel Swiss-Belin Kristal, Kupang, Kamis, 25 November 2021. Rapat ini digelar oleh Save the Children dan Pemkab Kupang.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak  Dinas P2KB ( Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana,  Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Kupang, Thomas Polin, SIP dalam sesi presentase mengemukakan sejumlah alasan mengapa kasus-kasus kekerasan pada anak tak dilaporkan. 

Baca juga: Pemkot Kupang Sebut Masih 12 Kelurahan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Thom demikian panggilannya mengatakan bahwa  para pihak memilih berdamai karena masih sebagai kerabat. Jika kasus diteruskan maka antarkeluarga akan saling bermusuhan.

Selain itu, korban atau keluarganya merasa sebagai aib bila melaporkan kepada gugus tugas atau kepada aparat keamanan. 

Thomas menilai masyarskat masih sangat permisif jika mengalami kasus-kasus seperti ini.

Padahal jika kasus-kasus didiamkan maka tak ada edukasi. Bahkan kasus-kasus kekerasan cenderung meningkat. Karena itu dalam beberapa kasus tersangka ditahan untuk memberikan efek jera kepadanya. 

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Dinas P dan K Kabupaten Kupang, Beatrix Kolnel. Ia mengatakan masyarakat belum cukup punya keberanian  dalam penanganan masalah ini.

Baca juga: Warga Fatululi Kota Kupang Tanam Pisang di Jalan Yang Tak Diperbaiki

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved