Breaking News:

Berita NTT

4 Ribu Warga NTT Minta Pelaku Dihukum Mati Kasus Penemuan Jenazah di Penkase Kupang

4 Ribu Warga NTT Minta Pelaku Dihukum Mati Kasus Penemuan Jenazah di Penkase Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tampilan petisi 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Warga NTT menyatakan kegeramannya terhadap kasus penemuan jenasah ibu dan anak di Kelurahan Penkase Oeleta Kota Kupang. Warga dari berbagai latar belakang ini meluapkannya dalam sebuah petisi yang dibuat secara online.

Hingga Jumat 26 November 2021 sore, 4.264 warga NTT telah melakukan penandatanganan petisi. Pihak kepolisian diminta untuk menghukum mati pelaku dugaan pembunuhan dalam kasus itu. Petisi diketahui dimulai oleh seorang warga berinisial DT.

Berikut isi petisinya;

Kasus penemuan mayat wanita dan anak dalam Kantong plastik sampah di Penkase, Kec. Alak, Kota Kupang pada 30 Oktober 2021 lalu, yang diduga adalah Jenazahnya "AM" dan anaknya "L" adalah suatu pelanggaran berat dalam Penegakan HAM.

Baca juga: Beginilah Suasana Penghormatan Terakhir Terhadap Jenazah Ibu dan Anak 

Pelaku yang masih belum diketahui oleh aparat kepolisian setempat, sesungguhnya adalah manusia tak bernurani yang tidak pantas mendapat keringanan hukum. Pelaku harus di beri hukuman maksimal, karna diduga kuat ini adalah pembunuhan berencana.

Jenazah Ibu dan anaknya itu diduga sudah meninggal sejak 3 Minggu sebelum ditemukan. Bahkan kondisi jenazah anak juga kepalanya sudah terpisah dari badannya. Ini sudah melanggar HAM, melanggar aturan perlindungan terhadap Perempuan, juga melanggar aturan perlindungan terhadap anak dibawah umur.

Tindakan keji yang tak berkemanusiaan, dengan membunuh seorang wanita bersama anaknya yang baru berumur 1 tahun itu adalah hal yang tidak boleh terjadi lagi.

Maka itulah, siapapun pelakunya harus diberikan hukuman yang maksimal, yaitu HUKUMAN MATI. agar tindakan biadab seperti itu jangan terulang lagi di Indonesia dan semoga tidak ada lagi perempuan dan atau anak-anak yang jadi korban pembunuhan seperti itu. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved