Breaking News:

Berita Kota Kupang

Tangis Pilu Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Ibu & Anak di Kelurahan Kelapa Lima : Aduh Tuhan e

Tangisan sendu menyayat hati terdengar dari seorang wanita yang berambut putih ini. Sambil memeluk kedua jenazah ibu & anak, ia tak berhenti menangis

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Yeni Rahmawati
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Jenazah ibu dan anak yang ditemukan di Oeleta-Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang beberapa waktu lalu saat disemayamkan di rumah duka. 

POS-KUPANG.COM - Tangisan menyayat hati terdengar saat sirine ambulans berbunyi menghampiri tenda duka di Kelurahan Kelapa Lima.

Jenazah ibu dan anak yang ditemukan terbungkus dalam kantung plastik sampah berwarna hitam di SPAM Kali Dendeng akhirnya telah usai diotopsi dan dihantar oleh mobil ambulans RSUD Kota Kupang.

Tangisan yang terdengar berirama itu begitu pilu. 

Duka dan luka datang bersamaan menimpa keluarga sebagai musibah dari sang Maha Pencipta.

Hari ini keluarga harus mengebumikan dua orang sekalius.

Baca juga: Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti Terkait Identitas Jenazah yang Diduga Ibu dan Anak di Alak

Menggunakan peti putih, dua jenazah dibopong oleh pihak kepolisian, keluarga dan kerabat menuju ke halaman rumah duka.

Suara tangis yang awalnya terdengar perlahan pun semakin nyaring terdengar ketika jenazah telah ditempatkan di depan rumah. 

"aduh ee," kata inilah kerap terdengar dari suara tangisan itu.

"aduh pung sadiss leee." 

"aduh pung tega le. Besong dua di hutan mana, aduh Tuhan e," jeritan seorang ibu berambut putih sambil memeluk peti kedua jenazah

Baca juga: Kondektur Eksavator Tiga Hari Tidur di TKP Penemuan Jenazah yang Diduga Ibu dan Anak di Alak

Terlihat para pelayat mengabadikan momen duka ini.

Diberitakan sebelumnya, warga kota Kupang kembali dikejutkan dengan penemuan jenazah ibu dan anak yang ditemukan terbungkus dalam kantung plastik sampah berwarna hitam di SPAM Kali Dendeng pada Sabtu 30 Oktober 2021.

Menanggapi kasus tersebut, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK menyampaikan bahwa masih dalam penyelidikan.

"Terkait penemuan kedua mayat di wilayah Polsek Alak hingga saat ini kami masih lakukan penyelidikan, terutama oleh pihak Polsek Alak," kata Kapolres Satrya.

Baca juga: Operator Eksavator Temukan Lubang Galian dari Linggis Diduga Tempat Jenazah Ibu dan Anak di Alak

Kapolres Satrya menambahkan, untuk kedua jenazah hngga saat ini masih dititipkan di RSB Titus Uly Kupang.

Dia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi identitas awal dari kedua jenazah yang ditemukan yakni, seorang perempuan dewasa berumu 25 hingga 30 tahun. Sedangkan anak laki-laki diperkirakan berumu 1-3 tahun.

Untuk mempercepat pengungkapkan kasus ini, pohaknya melajukan berbagai upaya salah satunya adalah mencocokan data terkat dengan adanya laporan orang hilang diwilayah Polres Kupang Kota dan Polsek jajaran. Namun sejauh ini belum ditemukan kecocokan 

Selain itu juga pihaknya masih berjuang untuk mengungkapkan kasus tersebut dengan berupaya melaksanakan identifikasi lain.

"Kami masih melakukan identifikasi sidik jari, terutama pada jenazah dewasa tersebut," kata Kapolres

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan yang Diduga Korban Santet dan Suanggi di Rote Ndao

 Kata dia, untuk saat ini pun situasi fisik dari jenazah pun sudak fusak, maka pihak kepolisian pun berupaya agar memunculkan kembali sidil jari tersebut.

Kapolres Kupang Kota menyampaikan bahwa sejumlah barang bukti pun telah diamankan di TKP.

Berita sebelumnya, Pihak kepolisian Polsek Alak dan polres Kupang Kota berusaha mengungkap identitas dua mayat yang ditemukan.

Guna menemukan identitas mayat ibu dan anak ini, polisi pun meminta bantuan dokter kepolisian (Dokpol) melakukan otopsi mayat.

"Kita masih proses untuk mencari identitas dan motif nya," ujar Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK saat dikonfirmasi, Minggu 31 Oktober 2021. 

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Diduga Korban Santet dan Suanggi  di Rote Ndao

"Otopsi dulu, baru  di cek menggunakan mambis (alat idenfikasi sidik jari)," ujar Waka Polres Kupang Kota, Kompol Iwan Iswahyudi, SPd yang dihubungi secara terpisah Minggu 31 Oktober 2021.

Otopsi dilakukan pada Sabtu malam di ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Kupang. Otopsi dipimpin AKBP dr Edy  Hasibuan guna menemukan identitas mayat.

Aparat keamanan dari Polsek Alak dibantu anggota Polres kupang juga masih mencari keterangan dan saksi-saksi terkait keberadaan dan identitas mayat tersebut.

Polisi juga menyebarkan informasi jika ada warga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Diperoleh pula keterangan kalau jenazah ini diduga sengaja dibuang dalam lokasi galian dan sudah terbungkus plastik sampah.

Baca juga: Sebelas Bulan Terakhir, Ada Enam Kasus Pembunuhan  di Sikka

Kedua jenazah diperkirakan meninggal lebih dari 2 hari sebelum ditemukan.

Polisi baru memeriksa tiga saksi yakni operator eksavator, kondektur eksavator dan penanggungjawab proyek pekerjaan.

Hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

Masyarakat di Kota Kupang dikejutkan dengan penemuan dua mayat berjenis kelamin perempuan dewasa dan bayi berjenis kelamin laki-laki.

Kedua mayat yang diduga ibu dan anak ini tanpa identitas dan ditemukan di lokasi penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng di RT 01/RW 01, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan alak, Kota Kupang, Sabtu 30 Oktober 2021.

Baca juga: Ini Perkembangan Kasus Pembunuhan Kakek di Warsawe Desa Cunca Wulang Kabupaten Mabar

Obetnego Benu (29), operator eksavator yang juga pekerja proyek mengaku kalau saat itu ia sedang mengerjakan penggalian tanah.

Obet yang juga warga Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ini menggali tanah untuk saluran pipa air menggunakan eksavator.

Saat itu, Semi Leonard Toto (21), kondektur eksavator menginformasikan pada Obet kalau ada  bangkai binatang yang terbungkus plastik warna hitam dan mengeluarkan bau serta banyak lalat terletak di bekas galian.

Obet kemudian mengangkat bungkusan plastik menggunakan eksavator dan memindahkan bungkusan tersebut.
Kemudian Obet berusaha membuka bungkusan tersebut menggunakan eksavator.

Ia kaget karena saat bungkusan terbuka,  terlihat sepasang kaki manusia.

Obet langsung menghentikan pekerjaan dan menghubungi Penanggung Jawab Proyek, Feri dan kemudian langsung melaporkan ke Polsek Alak.

Semi Leonard Toto (21) juga mengakui kalau saat itu ia mengukur lebar galian yang sedang digali operator eksavator (Obet).

Semi kaget melihat ada bungkusan plastik warna hitam dan mengeluarkan bau serta ada banyak lalat.

Ia pun kemudian memberitahu kepada Obet bahwa ada bangkai binatang (anjing).

Obet langsung mengangkat bungkusan tersebut menggunakan eksavator ternyata berisi jenazah.

Keterangan lain dari Nur Hidayat selaku Pelaksana Proyek PT. Nindya Karya menjelaskan kalau proyek penggalian pipa air di lokasi tersebut sudah dikerjakan sejak tanggal 19 Oktober 2021.

Namun pada tanggal 24 Oktober 2021 pekerjaan dihentikan karena eksavator yang digunakan berukuran kecil sehingga tidak dapat menggali lubang saluran air sesuai kedalaman yang ditentukan.

Pada tanggal 25 Oktober hingga 28 Oktober 2021 tidak ada kegiatan pekerjaan di lokasi tersebut.

Pekerjaan baru dilanjutkan kembali pada tanggal Jumat 29 Oktober 2021 dengan menggunakan eksavator yang lebih besar  oleh operator Obet Nego Benu.

Sedangkan eksavator sebelumnya dengan operator eksavator Paul bergeser ke wilayah Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang untuk pekerjaan lain.

Aparat kepolisian Polsek Alak dipimpin Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Penkase-oeleta, Bripka Agus Mampu bersama piket Polsek Alak dari unit Sabhara, Intelkam dan Reskrim ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Berita Kota Kupang lainnya

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Temuan Mayat Ibu dan Anak di SPAM Kali Dendeng Alak NTT, Kapolres Satrya : Polisi Masih Selidik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved