Breaking News:

Berita Kota Kupang

Serahkan Jenazah, Polda NTT Sebut Telah Periksa 24 Saksi

Pihak Polda NTT menyebut telah memeriksa 24 saksi dalam kasus penemuan jenazah ibu dan anak di Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Pihak Polda NTT menyebut telah memeriksa 24 saksi dalam kasus penemuan jenazah ibu dan anak di Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang beberapa waktu lalu. Polda NTT juga telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga, Kamis 25 November 2021 siang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H, kepada awak media, Kamis 25 November 2021 di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang menyampaikan selain menyita satu unit mobil, satu buah linggis dan beberapa unit handphone.

Selain itu, dia menyampaikan hasil DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik, menyebutkan dua jenasah yang ditemukan adalah AESM (30) dan LM (1). Tim terpadu yang dibentuk dari Polsek Alak, Polres Kupang Kota dan Polda NTT akan terus bekerja untuk mengungkap motif dan pelaku dari kasus ini.

"Sementara ini masih dalam rangka mengidentifikasi dulu. Kedepan kita akan infokan lagi motif atau pelaku kejadian ini," ujarnya kepada wartawan.

Kombes Pol. Rishian menyebut para saksi yang diperiksa merupakan orang-orang yang dianggap perlu untuk dimintai keterangan.

Ia menegaskan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan sehingga informasi lebih lanjut akan diinformasikan setelah adanya perkembangan. Ia mengaku penyidik tidak bisa gegabah dalam mengungkap kasus ini berdasarkan informasi yang beredar.

Meski menduga beberapa saksi, pihak kepolisian menurutnya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus ini. Dimungkinkan, kata dia, dalam proses pemeriksaan barang bukti juga akan ada penambahan.

Adanya dugaan pada beberapa orang yang menyebar informasi di media sosial (medsos), Kombes Pol. Rishian, menyampaikan dalam proses pemeriksaan ini juga berdasarkan informasi lapangan.

Menurutnya informasi lapangan juga bisa berpotensi menguatkan bukti. Namun demikian, dia menyebut hal ini masih dilakukan proses dan akan diinformasikan bila sudah ada perkembangan.

Kombes Pol. Rishian menghimbau masyarakat yang memiliki informasi agar bisa membantu proses penyidikan ini tanpa harus menyebarnya di medsos. Dengan ini kasus ini bisa lebih cepat diungkap.

Dalam penyidikan kasus ini, kata dia, penyidik menggunakan metode since investigasi. Dengan metode itu diharapkan penyidik betul mengungkap alat bukti secara obyektif dan bisa menguatkan kasus itu. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved