Breaking News:

Berita Sikka

Mau Tahun Perkembangan Terbaru 3 Kasus Pembunuhan di Sikka? Simak Beritanya

Mau Tahun Perkembangan Terbaru 3 Kasus Pembunuhan di Kabupaten Sikka? Simak Beritanya

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Tiga kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung adanya kematian dan dugaan pembunuhan di Kabupaten Sikka telah ditangani dengan cepat oleh Satuan Reskrim Polres Sikka.

Dari tiga kasus tersebut, penyidik telah melimpahkan berkas perkara dugaan pembunuhan ke Jaksa Kejari Sikka dan dalam proses melengkapi petunjuk jaksa guna dilimpahkan ke Kejari Sikka.

Sementara itu, satu berkas perkara masih dalam tahap perampungan berkas guna dikirim ke Jaksa Kejari Sikka.

Dua kasus yang berkasnya perkara sudah dikirim ke jaksa yakni pertama, kasus dugaan penganiayaan hingga tewas dan pembunuhan remaja 17 tahun bernama Yoris yang dihajar ketika pergi menghadiri pesta sambut baru di Desa Ipir, Kecamatan Bola bersama empat temannya. Yoris, Minggu, 26 September 2021 malam ditemukan bersimbah darah di jalan raya tepatnya di Desa Ipir, Kecamatan Bola.

Yoris ditemukan dalam posisi tergelatak di jalan dan sudah tak bernyawa lagi dan sebagian tubuh penuh darah.Diduga kematian Yoris karena ada perbuatan pidana sehingga ia meninggal dunia. Yang mana kasusnya saat ini telah dilaporkan ke Polsek Bola.

Baca juga: Sebelas Bulan Terakhir, Ada Enam Kasus Pembunuhan  di Sikka

Kasus kedua, berkas perkara Marcelo Selestino Rosario, pemuda berusia 19 tahun, warga Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dianiaya hingga meninggal dunia, Sabtu, 23 Oktober 2021 sekira pukul 00.30 wita.Marcelo alias Celo dianiaya hingga tewas sesuai laporan Michael Melison Karo yang mendatangi Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 02.00 wita.

"Untuk dua kasus ini berkas sudah ada dikirim ke jaksa dan kini ada petunjuk untuk diperbaikki," kata Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK,M.H melalui Kasie Humas, Iptu Margono kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Kamis, 25 November 2021 pagi.

Sementara itu, lanjutnya, berkas perkara dengan korban ASN di Sikka bernama Yohanes Viani Lidy, di Jalan Brai, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Tuimur, Kabupaten Sikka, Sabtu, 6 November 2021 malam dianiaya hingga tewas. Di mana terungkapnya kasus ini berma dari keterangan salah seorang warga selaku saksi mendatangi ruang SPKT Polres Sikka untuk melaporkan keajdian tersebut, Selasa, 9 November 2021 siang dalam proses perampungan berkas.

"Untuk perkara dengan korban ASN di Sikka akan dilimpahkan dalam waktu dekat ini," papar Margono. (*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved