Breaking News:

Kapolres Sumba Barat Tegaskan Berkas Kasus OTT Telah Diserahkan Kepada JPU

Kasus OTT Sumba Barat Daya telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Waikabubak.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Pos-Kupang.Com
KAPOLRES -Kapolres Sumba Barat, AKBP Irwan Arianto 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Gerardus Manyella

POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK -Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H, menegaskan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) sama sekali tidak mandek. Saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat sudah melengkapi dan telah menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses selanjutnya.

Kapolres Arianto dalam rilis kepada POS KUPANG.COM, Rabu, 24 November 2021, sangat menyayangkan adanya pernyataan yang disampaikan oleh lawyer (kuasa hukum) tersangka kasus OTT yang terjadi Juli 2019 lalu di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pernyataan tersebut sempat dimuat pada sebuah tajuk berita salah satu media cetak dengan judul, "Kasus OTT Polres Sumba Barat Mandek ".

"Hal ini kami nyatakan tidak benar, saat ini Penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat telah melengkapi berkas perkara dari kasus tersebut dan telah diserahkan kepada JPU.

Penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat telah menyerahkan berkas perkara tersebut kepada JPU Kejaksaan Negeri Waikabubak sebanyak empat kali dan dikembalikan untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang diberikan.

Lanjut Kapolres Arianto, dari empat kali pengembalian berkas perkara tersebut oleh JPU, penyidik telah melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk yang diberikan.

Sebelumnya Penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat juga melakukan dua kali gelar perkara terkait kasus tersebut pada pembina teknis tingkat Polda NTT, dalam hal ini Dit Krimsus Polda NTT.

Dari hasil gelar perkara ini ada beberapa petunjuk yang diberikan dan sudah dilengkapi oleh penyidik.

Dalam melengkapi berkas perkara pada kasus ini, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi ahli yang diantaranya, dua orang saksi ahli pidana, satu orang saksi ahli bahasa, satu orang saksi ahli dari pendamping wilayah lima di Provinsi NTT dan satu orang saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri Bidang Pedesaan.

Dengan telah dilengkapi berkas perkara kasus OTT tersebut sesuai dengan petunjuk dari JPU Kejaksaan Negeri Waikabubak dan juga petunjuk dari Dit Krimsus Polda NTT, kata Kapolres Arianto, maka pihaknya menyerahkan kembali berkas perkara tersebut kepada JPU Kejaksaan Negeri Waikabubak untuk proses selanjutnya.

"Selaku Kapolres Sumba Barat, kami menyayangkan adanya pemberitaan yang dikemukakan oleh salah seorang lawyer (kuasa hukum) dari tersangka kasus OTT tersebut saudara Robert Salu. Kembali kami tegaskan bahwa kasus tersebut sudah kami lengkapi berkas perkaranya dan sudah kami serahkan kembali kepada JPU Kejaksaan Negeri Waikabubak," tandas Kapolres Arianto.

Sebelumnya, kata Kapolres Arianto, saudara Robert Salu telah hadir di Mapolres Sumba Barat pada September 2021. Sempat menyampaikan bahwa ia selaku kuasa hukum baru dari tersangka kasus OTT tersebut, Penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat menjelaskan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses melengkapi berkas perkara, sempat disampaikan Robert bahwa kasus tersebut tidak cukup bukti dan penyidik menyampaikan hal itu dapat dilihat dari hasil persidangan nanti.

"Pada kasus ini Sat Reskrim Polres Sumba Barat juga sudah menghadapi gugatan Pra Peradilan dari tersangka bersama lawyer (kuasa hukum)nya terdahulu. Dari hasil persidangan Pra Peradilan tersebut, Penyidik Sat Reskrim Polres Sumba Barat dinyatakan menang dan dapat melanjutkan proses penyidikan dari tindak pidana Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut," kata Kapolres Arianto.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved