Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Ini Ungkapan Pengamat Politik Ahmad Atang Atas Kekalahan Kubu Moeldoko Melawan AHY

Moeldoko sedang mempraktikkan politik Machiavellisme yang menghalalkan segala cara untuk merebut partai Demokrat

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG. COM, Ray Rebon
Dr. Ahmad Atang, Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Selasa 11 Agustus 2020 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO--Perlawanan kubu Agus Harimurti Yudoyono (AHY) terhadap kubu Moeldoko yang mengambil alih partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB)  membuahkan hasil.  

Demikian disampaikan pengamat politik Dr. Ahmad Atang kepada Pos-Kupang dalam pesan Whatsappnya, Rabu 24 November 2021 malam.

Menurut pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang ini bahwa, proses hukum yang diajukan kubu Moeldoko tidak ada satupun yang dimenangkannya, baik melalui pengesahan kepengurusan melalui Mentri hukum dan HAM maupun melalui pengadilan tidak mendapat respon positif. 

"Keputusan hukum selalu menempatkan kubu AHY sebagai pemenang," kata Ahmad

Baca juga: ASN Dilarang Cuti Natal dan Tahun Baru, Ini Sanksi Bagi Pelanggar

Kekalahan demi kekalahan yang dialami oleh kubu Moeldoko, kata Ahmad menggambarkan bahwa hukum tidak dapat didikte, artinya secara politik Moeldoko berada di pusat kekuasaan namun tidak mudah hukum berpihak padanya. 

Di sini Moeldoko sedang digiring oleh oknum kader Demokrat yang oportunis untuk menguasai partai Demokrat. 

Dengan demikian, kata Ahmad, kubu Moeldoko sedang mempraktikkan politik Machiavellisme yang menghalalkan segala cara untuk merebut partai Demokrat.

Kenyataan ini memberikan warning kepada publik bahwa politik beradab oleh para politisi harus dikedepankan bukan politik bumi hangus dan politik belah bambu yang anut. 

Baca juga: Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT

"Kasus Demokrat kubu Moeldoko ini mau menegaskan kepada kita bahwa merebut partai lain bukan jalan yang diinginkan tapi justru telah melukai hati banyak orang," ungkap Ahmad

"Dengan kejadian ini kita patut memberikan apresiasi kepada penegak hukum yang secara independen dan memiliki integritas tinggi dalam memutuskan perkara ini," tutupnya.(*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved