Breaking News:

Berita Flores Timur

UMK Flotim Naik, Tenaga Kontrak Daerah Cuma Diupah Rp 800 Ribu Sebulan

Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur ( Flotim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans)

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
DPRD Flotim saat menggelar rapat dengar pendapat dengan pemerintah daerah beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur ( Flotim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans) telah mengumumkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022.

UMK tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp.21.000 sehingga besaran upah minimum sebesar Rp.1.971.000, dari tahun sebelumnya Rp.1.950.000.

"Naik sekitar 1,09 persen dari UMP. Tahun sebelumnya Rp.1.950.000, naik Rp.21.000 menjadi, Rp. 1.971.000," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Remon Piran melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Alat Kerja Dinas Flores Timur, Ahmad Boli Sili kepada wartawan, Rabu 24 November 2021.
Ironisnya, kenaikan UMK ini tak sebanding dengan besarnya upah tenaga kontrak daerah yang selama ini hanya dibayar Rp. 1.150.000 perbulan. Selain tak sesuai UMK, tenaga honorer pun tak mendapat BPJS Ketenagakerjaan.

Nasib tenaga kontrak mulai tak menentu ketika NTT dilanda pandemi Covid-19.

Refocusing dan realokasi anggaran dampak dari pandemi covid-19, membuat pemerintah daerah Flores Timur harus mengambil langkah bijak menekan belanja daerah. Salah satunya pemangkasan jam kerja dan pengurangan gaji tenaga kontrak (teko).

Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Flores Timur, Abdul Razak mengatakan, kebijakan itu diambil lantaran Flotim mengalami kekurangan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 9 miliar dan kebutuhan refosucing/realokasi sebesar Rp 46 Miliar.

Untuk mengatasi itu, skema kebijakan yang diambil pemerintah yaitu pemangkasan upah tenaga kontrak, dengan perincian, tenaga kontrak nakes di RSUD, guru dan petugas kebersihan tetap dibayar Rp. 1.150.000 perbulan.

Untuk nakes Puskesmas yang sebelumnya diupah Rp. 1.150.000, dipangkas menjadi Rp. 1.000.000 perbulan. Sedangkan, untuk tenaga kontrak perkantoran yang sebelumnya dibayar Rp.1.150.000 diturunkan menjadi Rp.800.000 perbulan dengan pemangkasan jam kerja 15 hari.

"Tenaga kontrak perkantoran cuma kerja 15 hari dalam sebulan. Sisa waktunya bisa dipakai untuk mencari kegiatan produktif lain untuk mendapatkan penghasilan," ujarnya kepada wartawan, Selasa 18 Mei 2021 lalu.

"Ini langkah mendesak dan tidak populis yang dilakukan, tapi terpaksa dilakukan karena adanya refocusing. Setelah adanya persetujuan pemerintah pusat, kita akan dilakukan pengendalian belanja hak-hak semua ASN akan didistribusikan," sambungnya. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved