Breaking News:

Timor Leste

Pemerintah Australia Rombak Program Pekerja Pasifik di Tengah Kekhawatiran atas Eksploitasi

Pemerintah federal Australia bergerak untuk merampingkan program, yang diklaim akan membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja

Editor: Agustinus Sape
SBS.com.au/disediakan
Pekerja dari negara-negara Pasifik dan Timor Leste saat bekerja di lahan pertanian Australia. Mereka datang ke Australia melalui program pekerja musiman. 

Pemerintah Australia Rombak Program Pekerja Pasifik di Tengah Kekhawatiran atas Eksploitasi

POS-KUPANG.COM - Pemerintah federal Australia bergerak untuk merampingkan program, yang diklaim akan membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja dengan lebih baik sambil memastikan "perlindungan pekerja yang kuat".

Perekrutan pekerja Australia dari negara-negara kepulauan Pasifik sedang dirombak di tengah kekhawatiran eksploitasi dan kampanye pemerintah yang kontroversial untuk menghentikan pekerja yang melarikan diri dari pekerjaan mereka.

Pemerintah federal telah mengumumkan skema perekrutan akan dirampingkan dalam sebuah langkah yang dikatakan akan membantu program mengatasi kekurangan tenaga kerja dengan lebih baik, dan memastikan pekerja dilindungi.

Keputusan tersebut akan melihat Program Pekerja Musiman dan Skema Tenaga Kerja Pasifik dikonsolidasikan di bawah satu aliran yang dikenal sebagai skema Mobilitas Tenaga Kerja Australia Pasifik (PALM) mulai April 2022.

Dalam pernyataan dari Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dan Menteri Pasifik Zed Seselja, pemerintah mengatakan skema PALM yang direvisi akan menguntungkan pengusaha dan pekerja.

“Skema PALM yang ditingkatkan akan menampilkan program baru dan pengaturan visa, sambil memberikan perlindungan pekerja yang kuat dan memberikan proses yang disederhanakan dan efisiensi administrasi,” bunyi pernyataan itu sebagian.

Perubahan tersebut mengikuti sorotan pada perlakuan terhadap pekerja Pasifik di bawah skema tersebut, dengan pengacara hak asasi manusia mempersiapkan class action terhadap perusahaan perekrut tenaga kerja yang dituduh melakukan pencurian upah.

Pemerintah federal juga mendapat kecaman atas penyebaran poster yang ditujukan untuk mencegah pekerja pulau Pasifik melarikan diri dari pekerjaan mereka di bawah program tersebut.

Kampanye tersebut telah memperingatkan pekerja pulau Pasifik bahwa mereka dapat “mempermalukan reputasi keluarga mereka” dan berisiko visa mereka dibatalkan jika mereka meninggalkan pekerjaan mereka.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved