Breaking News:

Berita Belu

Nakes di RSUD Atambua Tambah Pengetahuan Penanganan Gawat Darurat

perawat dalam bidang critical dan emergency care, peningkatan penanganan life saving dan upaya penurunan angka kematian pasien

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Peserta pelatihan penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) General Emergency Life Support (GELS) foto bersama Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, Selasa 23 November 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua menyelenggarakan pelatihan penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) General Emergency Life Support (GELS) bagi tenaga kesehatan. 

Pelatihan ini dilaksanakan di Aula RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua selama tiga hari terhitung Selasa 23 November 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tenaga kesehatan di RSUD Atambua dalam menangani penderita gawat darurat.

Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan professional sesuai dengan Standart Pelayanan Minumum (SPM).

Baca juga: Di Wilayah Kabupaten Belu Tercatat 30 Kasus Demam Berdarah Dengue, Ini Penjelasan Plt Kadinkes

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM saat membuka kegiatan tersebut meminta kepada tenaga kesehatan agar setelah mengikuti pelatihan ini bisa mendapatkan hasilnya yaitu, penanganan pasien gawat darurat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur. 

“Saya percaya, setelah pelatihan ini pasti kualitas peserta meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkualitas dan kompetitif", harap Alo Haleserens.

Wabup Belu berpesan kepada peserta supaya mengikuti pelatihan secara baik untuk meningkatkan kompetensi.

Direktris RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, drg. Ansila E. Mutty  dalam laporan mengatakan, untuk mendukung pelayanan kesehatan berkualitas diperlukan kesiapan tim medis dan para medis untuk memberikan pertolongan pertama dan mencapai respon time yang pendek untuk penangan pasien. 

Baca juga: Pol PP Diminta Tertibkan ASN dan Teko di Pemkab Belu yang Berkeliaran

Kata Ansila, pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi SDM terutama para perawat dalam bidang critical dan emergency care, peningkatan penanganan life saving dan upaya penurunan angka kematian pasien kurang dari 8 jam. 

Selain itu, peningkatan kapasitas SDM tenaga medis menjadi tuntutan dalam pelaksanaan akreditasi yang sebentar lagi akan dijalankan di RSUD Atambua

Metode pelatihan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi dan praktek. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang.

Narasumber kegiatan  ini yaitu dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak di RSUD Atambua dan bara sumber dari Provinsi NTT. (*)

Berita Belu Terkini 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved