Breaking News:

Berita Nasional

Naik 77 Kasus, NTT Masuk Daerah Perpanjangan PPKM

Dalam sepekan NTT menyumbang 77 kasus sehingga diperpanjang PPKM dari 23 NOvember-6 Desember 2021.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Pos-Kupang.Com/ISTIMEWA
KETERANGAN PERS -Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menkes, Budi Sadikin memberikan keterangan pers soal perpanjang PPKM di Kantor Presiden, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Gerardus Manyella

POS KUPANG.COM, JAKARTA -Menyumbang 77 kasus dalam seminggu, Provinsi NTT masuk dalam daerah luar Jawa- Bali yang mendapat perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 23 November hingga 6 Desember 2021.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali dilanjutkan selama dua minggu, mulai dari tanggal 23 November hingga 6 Desember 2021.

Pada periode ini, pemerintah memasukkan indikator capaian vaksinasi sebagai parameter penentuan level PPKM di kabupaten/kota. Daerah dengan vaksinasi dosis pertama di bawah 50 persen dinaikkan sebanyak 1 level PPKM.

"Khusus di luar Jawa-Bali dilakukan perpanjangan 23 November-6 Desember untuk dua minggu, dengan penerapan dilihat dari dosis vaksinasi, yang kurang dari 50 persen dinaikkan 1 level PPKM," ujar Airlangga dalam keterangan pers, Senin (22/11/2021).

Airlangga merincikan, terdapat sebanyak 109 kabupaten/kota di Level 3, 200 kabupaten/kota di Level 2, dan 77 kabupaten/kota di Level 1 PPKM. Sementara untuk level provinsi tidak ada daerah di level asesmen 3 dan 4, 20 provinsi di level 2, serta 7 provinsi di level 1.

Menko Perekonomian juga menyampaikan mengenai perkembangan kasus aktif dan kasus harian Covid -19 yang terus mengalami tren penurunan.

Kasus aktif nasional per 21 November 2021 sebanyak 8.126 kasus atau 0,19 persen dari total kasus. Kasus konfirmasi harian per 21 November sebanyak 314 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 365 kasus, terjadi penurunan sebesar 99,45 persen dari puncak kasus konfirmasi harian di 15 Juli 2021 dengan 56.757 kasus.

Khusus di luar Jawa-Bali, dalam satu minggu terakhir terjadi kenaikan kasus konfirmasi mingguan pada beberapa provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat (Kalbar), Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

"NTT naik 77 kasus dalam satu minggu, Kalbar 43 kasus, Riau 16 kasus, Babel 15 kasus, Sultra 6 kasus dalam 1 minggu. Namun seluruhnya masih dalam level (asesmen) yang sama, tidak ada kenaikan level," ujar Airlangga.

Untuk angka reproduksi kasus efektif (Rt), kata Airlangga, masih terjaga di bawah 1. Namun, untuk capaian vaksinasi masih terdapat sejumlah provinsi di luar Jawa-Bali yang perlu diakselerasi, karena cakupannya masih rendah.

"Dari vaksinasi hanya dua provinsi yang tingkat (vaksinasi dosis pertama) di level memadai atau levelnya lebih dari 70 persen, yaitu Kepri (Kepulauan Riau) dan Babel. Sedangkan di level sedang ada 11 provinsi di level sedang (50%-70%), yang kurang dari 50 persen adalah 14 provinsi," tandasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved