Breaking News:

Laut China Selatan

Xi Jinping Adili ASEAN di KTT Saat Duterte Menyerang Masalah Laut China Selatan

Tugas bertemu dengan rekan-rekan ASEAN biasanya berada di tangan Perdana Menteri China Li Keqiang, orang kedua di negara itu.

Editor: Agustinus Sape
thenews.com.pk
Presiden China Xi Jinping 

Ketika para pemimpin ASEAN berusaha untuk menyeimbangkan hubungan ekonomi dengan China versus kepentingan teritorial, mereka mendapati diri mereka melakukan tindakan penyeimbangan lain antara dua negara adidaya.

Selama KTT Senin, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kerja sama AS-China adalah "faktor kunci dalam perdamaian dan kemakmuran regional."

"Negara-negara di kawasan itu menginginkan hubungan baik dengan AS dan China, dan tidak ingin memihak," katanya.

"Oleh karena itu, kami menyambut baik pertukaran tingkat tinggi baru-baru ini antara China dan AS, termasuk pertemuan virtual antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Joseph Biden pekan lalu."

Ismail Sabri juga menyerukan agar Beijing dan Washington rukun.

"Meskipun persaingan tidak bisa dihindari, hubungan China-AS terutama harus ditentukan oleh kerja sama," katanya.

"Semua negara memiliki kewajiban untuk bekerja sama dan secara kolektif mempromosikan perdamaian, keamanan, kemakmuran, dan kemajuan."

Lebih dekat ke rumah, ASEAN melihat China sebagai pengaruh utama untuk membantu mengatasi krisis yang sedang berlangsung di Myanmar setelah pengambilalihan militer pada Februari.

Namun, KTT Senin sekali lagi menggarisbawahi sulitnya membuat kemajuan.

Menurut Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Myanmar menarik diri dari pertemuan pada jam sebelas.

Beijing telah menyarankan agar duta besar Myanmar untuk China dapat mewakili rezim militer.

Saifuddin mengatakan kepada wartawan bahwa blok tersebut telah menyetujui hal ini "karena ASEAN ingin mempertahankan posisi Myanmar dalam pengelompokan" dan bahwa itu adalah kesepahaman "sampai larut malam."

"Namun, tidak ada perwakilan yang dibuat di KTT hari ini. Kami tidak tahu mengapa," katanya.

“Saya melihatnya sebagai peningkatan karena setidaknya kali ini tercapai kesepahaman untuk sebuah representasi,” tambah Saifuddin.

Pada KTT ASEAN pada akhir Oktober, blok itu mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk tidak mengundang pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing, dan negara itu menolak untuk mengirim perwakilan non-politik menggantikannya.

Bagaimanapun, Saifuddin membuat poin untuk mengakui upaya China untuk membantu memecahkan kebuntuan.

Sumber: asia.nikkei.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved