Mobil Murah
Pajak Mobil Murah Tak Lagi Nol Persen, Benarkah Mobil LCGC Masih Diminati? Begini Tanggapan Toyota
Rencana pemerintah untuk memberlakukan kembali PPnBM akan berdampak pada harga mobil murah LCGC. Benarkah harga Mobil LCGC akan naik
Pajak Mobil Murah Tak Lagi Nol Persen, Benarkah Mobil LCGC Masih Diminati? Begini Tanggapan Toyota
POS-KUPANG.COM – Pemerintah kembali menerapkan pajak mobil murah ( PPnBM) pada Januari 2022.
Kondisi ini jelas akan berdampak pada harga mobil murah atau LCGC.
Mobil LCGC yang selama ini berada di segmen pasar mobil murah diperkirakan tak lagi murah.
Dengan kondisi yang ada, benarkah mobil murah masih diminati?
Baca juga: Perang Diskon Mobil Murah Terbaru Pekan Terakhir November 2021, Toyota Agya Turun hingga Rp 15 Juta
Berikut tanggapan Toyota.
Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas PP Nomor 73 Tahun 2019, harga mobil LCGC (Low Cost Green Car) atau kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) sejatinya tidak lagi bebas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sejak 16 Oktober 202
Dalam peraturan itu juga disebutkan, mobil LCGC atau KBH2 mendapat pajak 3 persen dari sebelumnya 0 persen.
Namun saat ini, mobil LCGC masih masuk ke dalam daftar penerima insentif PPnBM DTP sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 1737 Tahun 2021.
Artinya, harga mobil LCGC masih sama seperti sebelumnya dengan PPnBM 0 persen, setidaknya sampai akhir Desember 2021.
Baca juga: Mobil Murah, Ini 12 Pilihan Mobil Bekas Harga Cuma Rp 60 Jutaan di Bulan November 2021
Sementara itu, rencana kenaikan pajak LCGC diklaim tidak membuat mobil murah itu sepi peminat. PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebut bahwa pasar LCGC masih menjanjikan meski pemerintah memberlakukan aturan carbon tax.
"Saya rasa lihat kontribusi demografi, LCGC masih salah satu model yang disukai pembeli mobil pertama. Jumlahnya masih cukup besar,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran TAM, dalam konferensi virtual (19/11/2021).
Menurutnya, penjualan Agya per bulan masih bisa mendekati 2.000 unit. Sementar Calya hampir 4.000 unit. Keduanya jika dijumlahkan berada di sekitar 5.000-6.000 unit per bulan.
Anton menambahkan, perusahaan meyakini bahwa pada 2022, segmen LCGC masih akan jadi pilihan konsumen.
“Kami memberikan banyak pilihan ada LCGC, MPV, dan SUV. Jadi pengembangan produk akan jalan terus ke depannya," kata Anton.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pajak Mobil Murah Naik, Toyota Klaim LCGC Masih Diminati", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/11/22/090100115/pajak-mobil-murah-naik-toyota-klaim-lcgc-masih-diminati
Penulis : Dio Dananjaya
Editor : Azwar Ferdian