Breaking News:

Berita NTT

Gubernur NTT Tetapkan Aturan Baru Bagi Pengguna Transportasi, Simak Infonya

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan aturan baru bagi pengguna atau pelaku perjalanan dalam wilayah NTT

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan aturan baru bagi pengguna atau pelaku perjalanan dalam wilayah NTT yang menggunakan semua moda transportasi. Aturan itu diteken gubernur NTT pada 22 November 2021.

Surat dengan nomor 120.443/SK.65/M/2021 tentang pemberlakukan pelayanan angkutan transportasi bagi pelaku perjalanan dimasa pandemi covid-19 itu, ditujukan bagi para kepala daerah dan perusahan jasa transportasi di NTT.

Dalam surat itu dikatakan, pelaku perjalanan yang sudah divaksin minimal satu kali yang masuk ke seluruh Wilayah di NTT mengunakan moda transportasi udara, laut dan penyeberangan, wajib menunjukan hasil Negatif Rapid Antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan yang belum divaksin, wajib menunjukan hasil Negatif RT- PCR 3x 24 jam sebelum keberangkatan. Bagi pelaku perjalanan ke luar Wilayah NTT, mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku di daerah tujuan.

Baca juga: Gubernur NTT : Gereja Wujud Nyata Pembangunan Sumber Daya Manusia

"Kabupaten/Kota dalam Wilayah NTT yang sudah menerima 1x atau 2x Vaksin dibebaskan dari syarat negatif Rapid tes Antigen, sedangkan bagi masyarakat yang belum pernah menerima Vaksin di wajibkan untuk menunjukan hasil Negatif Rapid tes Antigen," kata gubernur dalam surat itu.

Dijelaskan juga, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi didalam wilayah NTT yang sudah 2x menerima vaksin, dibebaskan dari syarat tes PCR dan Rapid Test Antigen.

Sementara pelaku perjalanan yang baru 1x menerima vaksin, wajib menunjukan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum pemberangkatan dengan wajib mematuhi protokol kesehatan dan mengisi e.HAC Indonesia.

Pemberlakukan ketentuan ini, disebut berdasarkan kebutuhan masyarakat mengenai transportasi di wilayah NTT sebab daerah NTT merupakan provinsi kepulauan.

Selain itu, upaya vaksinasi yang terus dipercapat juga menjadi pertimbangan penetapan regulasi ini. Dan sebagaian daerah di NTT telah berada di level 2 penerapan PPKM.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTT, Messe Atupah yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya tetap mendukung upaya itu.

"Kita pantau kan, bila memungkin ya diteruskan bila tidak ya kita usulkan untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi NTT," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved