Breaking News:

Berita Belu

Bawaslu Kabupaten Belu Terima Masukan Mahasiswa dan Pemuda

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Belu menerima berbagai masukan dari organisasi mahasiswa, organisasi pemuda, pemerintah dan partai politik

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera, S. Fil 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,  Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Belu menerima berbagai masukan dari organisasi mahasiswa, organisasi pemuda, pemerintah dan partai politik. 

Masukan ini disampaikan peserta sosialisasi Peran dan Fungsi Kelembagaan Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara 2, Atambua, Sabtu 20 November 2021.

Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera, S. Fil. Peserta yang hadir saat itu, PMKRI, GMNI, Kompas, Laskar Meo, pengurus parpol dan juga pemerintah. Dari pemerintah dihadirkan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM dan dari parpol, Manek Rofinus, S.Sos yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Belu. 

Materi disampaikan secara panel secara berurutan dari Ketua Bawaslu, Wakil Bupati Belu dan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Belu. Diskusi dipandu Nandito Fatin.

Baca juga: Optimalkan Peran Humas Bawaslu Belu Gelar Bimtek Peliputan dan Penulisan Berita

Pada sesi diskusi, peserta dari organisasi mahasiswa dan pemuda banyak memberikan masukan kepada Bawaslu dalam hal pengawasan pemilu. 

Masukan ini berkaca dari pilkada Belu 2020 yang dinilai banyak permasalahan dalam hal pengawasan seperti, netralitas ASN, pelanggaran kampanye, permasalahan pungut hitung dan gangguan keamanan saat kampanye. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera, S. Fil ketika ditemui Pos Kupang. Com mengatakan, Bawaslu menyadari banyak hal seperti dinamika, kekeliruan, pelanggaran, kesalahan dalam pilkada 2020. Ada juga rasa ketidakpuasan terhadap kinerja Baawaslu. Semua masukan itu, kata Andre menjadikan bahan evaluasi terhadap proses yang sudah berjalan sekaligus bekal bagi Bawaslu dalam menghadapi proses yang akan datang yaitu pemilu 2024.

"Masukan itu menjadi bagian dari bahan belajar kami terhadap proses yang sudah jalan dan bekal buat kami menghadapi proses yang akan datang yaitu pemilu dan pilkada 2024", ujar Andre. 

Tambah Andre, masukan dari peserta sosialisasi lebih menekan pada pengawasan netralitas ASN dan penangan pelanggaran. (*)

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved