Breaking News:

Laut China Selatan

Perdana, Jepang-Amerika Serikat Adakan Latihan Perang di Laut China Selatan

Perdana, Jepang-Amerika Serikat Adakan Latihan Perang di Laut China Selatan

Editor: Gordy Donofan
Erik de Castro/Reuters
Sebuah kapal penjaga pantai China. Filipina telah menyuarakan kemarahannya setelah China memblokir kapal-kapalnya untuk mengakses Beting Thomas Kedua (Second Thomas Shoal) yang disengketakan di Laut China Selatan. 

POS-KUPANG.COM - Perdana, Jepang dan Amerika Serikat menggelar latihan perang anti-kapal selam di Laut China Selatan.

Latihan ini sekaligus menjadi tanda kembali aktifnya angkatan bersenjata Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Fumio Kishida.

Melalui pernyataan resmi pada Selasa (16/11), Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (MSDF) menjelaskan, latihan yang dilakukan Senin (15/11) berfokus pada perang anti-kapal selam (ASW).

Dilansir dari Japan Times, dalam latihan ini Jepang mengutus salah satu kapal perang terbesarnya, pengangkut helikopter Kaga, sebuah kapal perusak, dan sebuah pesawat patroli, serta satu kapal selam.

Baca juga: China Tegaskan Klaim di Laut China Selatan, Cina Pakai Ratusan Kapal Milisi

Kapal perang dan pesawat patroli militer AS juga ikut serta dalam latihan anti-kapal selam perdana di Laut China Selatan tersebut.

Kapal selam MSDF melakukan latihan militer di Laut China Selatan untuk pertama kalinya pada September 2018. Sama seperti tahun ini, latihan tiga tahun lalu juga melibatkan Kaga.

Analis menilai, pengumuman terbuka mengenai latihan militer ini, termasuk posisi kapal selam, dimaksudkan untuk menandakan kemitraan keamanan AS-Jepang yang berkembang di tengah gerakan militer China yang semakin tegas di Laut China Selatan dan Timur.

"Tidak hanya menandakan tekad yang jelas bagi kedua sekutu untuk bekerja sama secara erat di Laut Cina Selatan, tetapi juga niat Jepang untuk menjaga komitmennya untuk mempertahankan kehadiran militer yang layak di Laut Cina Selatan," ungkap Collin Koh, peneliti dan pakar keamanan maritim di S. Rajaratnam School of International Studies Singapura, kepada Japan Times.

Jepang dan AS melakukan latihan militer di pos-pos terdepan yang dikuasai China, yang memiliki lapangan terbang kelas militer dan persenjataan canggih, dapat digunakan untuk membatasi pergerakan bebas di wilayah yang mencakup jalur laut vital.

Dalam beberapa tahun terakhir latihan militer gabungan antara Jepang dan AS semakin sering terjadi. Bulan lalu, kapal pengangkut Kaga dan USS Carl Vinson juga melakukan latihan serangan maritim di Laut China Selatan.

Baca juga: Laut China Selatan Memanas , Kapal China Tembali Kapal Filipina di Wilayah Sengketa, Manila Protes

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved