Breaking News:

Kisah Sri, Pahlawan Covid: Bertemu Orang Tua Hanya Lewat HP

Sri dan keluarga ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, Dia menyadari kalau dia merupakan salah satu orang yang rentan karena bertemu banyakorang

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sri Wahyuningsih 

POS-KUPANG.COM - Salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Kota Kupang  yang mendapat penghargaan Covid Hero atau Pahlawan Covid-19 adalah Sri Wahyuningsih pada pekan lalu 12 November 2001

Penghargaan ini dalam rangka memperingati HUT ke-8 Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini Kupang  sebagai bentuk apresiasi terhadap semua yang terlibat dalam penanganan Covid-19, khususnya di NTT.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan dalam suasana yang ketat dengan protokol kesehatan.

Sri Wahyuningsih mengaku bangga karena masuk dalam nominasi Covid Hero atau Pahlawan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini Kupang. Dimana masyarakat mengajukan nama nakes melalui media sosial RS Kartini dan alasan mengajukan nama tersebut.

Baca juga: Delapan Tahun RS Kartini : Kami Melayani Dengan Profesional dan Hati Nurani 

Ternyata Sri yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pengembangan Mutu dan Promosi Rumah Sakit Umum Daerah SK. Lerik ini berterima kasih karena masyarakat mau peduli. Bahwa kami juga pernah bekerja menangani atau melawan Covid-19," ucapnya

Sebelumnya, Sri adalah kabid P2M Dinas Kesehatan Kota Kupang. Karena jabatan inilah dia harus kontak dengan banyak orang, tidak tahu apakah orang itu positif Covid-19 atau tidak, meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan minum vitamin namun di bulan Februari lalu, perempuan kelahiran 11 Juni 1972 ini bersama suami dan dua orang anaknya terpapar covid-19.

Tiga peraih  penghargaan  Covid Hero, Melan Balla, Sri Wahyuningsih dan dr.Ajra Fitri pose bersama usai menerima penghargaan, Jumat 12 November 2021
Tiga peraih penghargaan Covid Hero, Melan Balla, Sri Wahyuningsih dan dr.Ajra Fitri pose bersama usai menerima penghargaan, Jumat 12 November 2021 (Dokumentasi RSU Kartini Kupang)

"Waktu itu, awalnya saya yang merasa kurang enak badan, saya memahami kalau saya beresiko karena bertemu banyak orang karena melaksanakan tugas. Setelah kegiatan tracing massal, saya merasa kalau badan saya mulai meriang, karena itu saya melakukan pemeriksaan dan ternyata saya positif Covid-19, demikian juga dengan suami dan dua anak saya. Hanya satu orang anak saya yang tidak positif," ungkapnya.

Baca juga: RS Kartini Siapkan Layanan Rapid Test Antigen Swab Sesuai Instruksi Pemerintah

Sri dan keluarga dirawat di RS Wirasakti selama 10 hari dan akhirnya dinyatakan negatif. Tiga bulan kemudian kami divaksin dan keluarga sudah divaksin, kecuali anak bungsunya karena usia belum cukup.

Sampai saat  ini pun Sri dan keluarga ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dia menyadari kalau dia merupakan salah satu orang yang rentan karena tugas, bertemu dengan orang banyak.

"Saya dan keluarga sangat ketat dalam pelaksnaan protokol kesehatan. Saya menyadari kalau saya salah satu orang yang beresiko sementara saya masih memiliki orang tua yang sudah lanjut usia," ujarnya.

Baca juga: PTM Tahap Kedua, SDI Liliba Kupang Perketat Protokol Kesehatan, Siswa Wajib Ikut

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved