Breaking News:

Berita Kota Kupang

Cerita Opa Role, Pria 78 Tahun, Tiga Minggu Melawan Ganasnya Covid-19

Cerita Yoseph Role atau Opa Role, Pria 78 Tahun yang Tiga Minggu Melawan Ganasnya Covid-19

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/KANIS JEHOLA
Yoseph Role atau Opa Role 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM, KUPANG-PANDEMI Coronavirus disease 2019 ( Covid-19) yang terjadi di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia juga sangat dirasakan dampaknya di Kota Kupang, Provinsi NTT. Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kupang, total kasus Covid-19 di Kota Kupang hingga Sabtu (20/11/2021) sebanyak 15.434 kasus dengan jumlah kasus sembuh 15.082 kasus. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 332 kasus.

Satu dari 15.082 orang di Kota Kupang yang pernah terkena virus corona dan sudah dinyatakan sembuh adalah Yoseph Role, pria yang pada tanggal 24 Februari 2022 atau tinggal tiga bulan lagi genap berusia 78 tahun. Bagaimana Opa Role, demikian purnawirawan Polri ini melawan virus Covid-19 selama tiga minggu dirawat di Rumah Sakit Santu Carolus Borromeus Kupang? Berikut kisahnya saat ditemui di kediamannya di Perumahan Lopo Indah Permai, Kolhua, Kota Kupang, Sabtu, 20 November 2021 pagi.

Saat itu di bulan Februari 2021, saya lupa hari dan tanggalnya, anak mantu saya positif Covid-19. Anak-anak saya semuanya mengkhawatirkan keadaan saya. Selain karena saya sudah tua, juga karena saya punya riwayat sakit gula, asam urat dan lambung atau maag. Agar saya tidak terkena virus Covid-19 maka saya dipindahkan ke rumah anak saya yang lainnya di Oetete Kota Kupang.

Dua hari setelah pindah di Oetete, Kota Kupang, saya sakit demam. Nafsu makan juga berkurang. Karena demam tidak hilang, penciuman mulai terganggu dan nafsu makan terus berkurang, saya diperiksa oleh petugas medis yang datang ke rumah anak saya. Setelah diperiksa, hasilnya saya dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Tidak Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di Kota Kupang

Setelah mengetahui saya positif Covid-19, hari itu juga saya dibawa ke rumah sakit. Hari itu hampir semua tempat tidur rumah sakit di Kota Kupang penuh pasien. Beruntung, di Rumah Sakit Santu Carolus Borromeus Kupang masih ada satu tempat tidur. Maka dibawalah saya ke Rumah Sakit Santu Carolus Borromeus untuk dirawat disana.

Sejak masuk di Rumah Sakit Santu Carolus Borromeus Kupang saya langsung dipasang oksigen. Para petugas medis, dokter dan perawat di Rumah Sakit Santu Carolus Borromeus Kupang, melayani saya dengan baik dan ramah dan terus menguatkan saya. Sementara keluarga saya, dan anak saya pulang. Mereka tidak diizinkan menjaga dan membesuk saya selama saya di rumah sakit.

Setelah empat hari dirawat, ada keluar darah dari mulut ketika saya batuk. Dada saya terasa makin sesak. Penciuman tak terasa sama sekali. Nafsu makan terus berkurang dan badan makin lemah dan kurus. Saya sempat berpikir jangan sampai ini sudah ( ajal menjemput). Apalagi saat itu menjelang ulang tahun.  Juga sempat berpikir, jangan sampai betul kata orang ajal itu datang pada saat hari ulang tahun.

Namun pikiran-pikiran itu perlahan sirna karena dokter dan perawat yang datang merawat saya selalu memberi kekuatan kepada saya. Mereka selalu ramah dan selalu menghibur saya setiap kali datang. Mereka selalu mengatakan kuat Opa, dan jangan berpikir.  Dalam kondisi seperti itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada para petugas medis untuk mengurus diri saya, termasuk ( maaf) urusan ke kamar mandi.

Setelah tiga hari keluar darah, tepatnya di hari ketujuh, darah tidak keluar lagi saat batuk. Saya tidak tahu obat apa yang dokter kasih sehingga tidak lagi keluar darah. Tapi masih belum ada nafsu makan. Agar badan saya tidak lemah karena tidak makan, para petugas medis selalu menyuapi saya saat makan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved