Breaking News:

Berita Kota Kupang

Manajemen Pos Kupang Beraudensi dengan Uskup Turang

Manajemen Harian Pagi Pos Kupang dan Pos-Kupang.com melakukan audensi dengan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
DI ISTANA KEUSKUPAN - Manajemen Harian Pagi Pos Kupang dan Pos-Kupang.com foto bersama Uskup Petrus Turang di Istana Keuskupan, Oepoi, Kupang, Jumat, 19 November 2021 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Manajemen Harian Pagi Pos Kupang dan Pos-Kupang.com melakukan audensi dengan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr di Istana Keuskupan, Oepoi, Kupang, Jumat, 19 November 2021. 

Pertemuan itu sekaligus perkenalan  Pemimpin Perusahaan Pos Kupang yang baru, Margareta Iin  Wahyuningrum sekaligus pamitan  Ernawaty Madjaga, pemimpin perusahaan yang lama.   Ernawaty akan menempati pos yang baru sebagai pemimpin perusahaan  di Tribun Lampung.  Hadir pula Marina Napitupulu, Auditor Tribun Grup.  

Uskup Turang menyampaikan selamat datang kepada Pemimpin Perusahaan Pos Kupang dan Pos-Kupang.com yang baru, Margareta serta menyampaikan selamat bertugas kepada Ernawaty Madjaga yang akan menuju tempat tugas yang baru. 

Uskup Turang melihat Pos Kupang  dan Pos-Kupang.com telah mengambil peran yang cukup banyak dalam membantu gereja dan pemerintah melakukan edukasi serta penyebarluasan informasi-informasi yang positif kepada masyarakat.

Baca juga: Pemimpin Redaksi Harian Pagi Pos Kupang Silaturahmi dengan Bupati TTU

"Saya harap Pos Kupang dan Pos-Kupang.com terus menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat di NTT," kata uskup kelahiran Tataaran, Tondano Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara,  21 Februari  1947.

Ada banyak hal yang menjadi bahan percakapan  hari ini, di antaranya adalah masalah buruh migran  yang banyak meninggal dunia di luar negeri. Sampai hari ini kata Uskup Turang, terdata sebanyak 64 orang yang meninggal dunia dan dipulangkan ke NTT.  Banyak pula buruh migran  yang tidak memiliki kelengkapan atau persyaratan bepergian ke negara lain sebagai tenaga kerja.

Pihak Gereja Katolik kata uskup juga telah berulangkali mengingatkan kepada umat jika hendak mencari pekerjaan ke luar negeri, maka ikuti semua prosedur. Jangan sebaliknya menjadi tenaga kerja ilegal. 

Uskup mendengar banyak informasi bahwa tenaga kerja itu kadang terpengaruh dengan bujuk rayu keluarganya sendiri. Akhirnya mereka jalan saja bahkan banyak kasus  kepergian tenaga kerja  ke luar negeri tanpa izin orangtua.

"Kadang para calo tenaga kerja melakukan okomama, pendekatan dengan cara budaya sirih pinang kepada orangtuanya. Nah, orang-orang di sini jika sudah mendapat okomama kadang tak berdaya lagi. Anak-anaknya disuruh ikut saja dengan keluarga yang menawarkan pekerjaan yang wah di luar negeri. Padahal belum tentu,"  katanya.  (pol)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved