Breaking News:

Berita Belu

KPA Belu Gencar Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Ini Tujuannya

Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS (KPA) Kabupaten Belu gencar sosialisasi dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penularan HIV/AIDS di K

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/EDY BAU
Drs. Dominikus Mali 

KPA Belu Gencar Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS (KPA) Kabupaten Belu gencar sosialisasi dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Belu. 

Kegiatan ini rutin dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya HIV dan AIDS. Kemudian, mengajak masyarakat untuk mendukung Pemerintah dalam pencegahan HIV-AIDS dengan cara melaporkan ke KPA bila ditemukan orang yang dicurigai mengidap HIV-AIDS dan juga ODHA yang tidak mau berobat. 

Selain itu, KPA juga meminta dukungan masyarakat agar tidak lagi memberikan stigma dan perlakukan sosial yang bisa menimbulkan gangguan psikis bagi ODHA. 

Hal ini dikatakan Sekretaris KPA Kabupaten Belu, Dominikus Mali, saat ditemui Pos Kupang. Com, Jumat 19 November 2021.

Baca juga: Pebulutangkis Tunggal Putra Merah Putih Selesai, Ini Hasil Indonesia Masters 2021 Babak 16 Besar

Pria yang disapa Domi ini mengatakan, Kabupaten Belu merupakan salah satu kabupaten di NTT yang jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak kedua setelah Kota Kupang. Kemudian, trend penularan kasus HIV dan AIDS tidak hanya pada kelompok beresiko tinggi seperti pekerja seks tetapi justru merambat pada kelompok beresiko rendah yaitu ibu rumah tangga.

Berdasarkan data komulatif yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu sejak 2013- September 2021 menunjukkan jumlah kasus HIV/AIDS sebanyak 777 kasus. Dengan jumlah kasus kematian sebanyak 89 kasus. Kabupaten Belu menempati urutan pertama kasus meninggal dunia. 

Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 386 kasus dan perempuan 391 kasus. Berdasarkan umur, jumlah terbanyak pada umur 25-49 yakni 582 kasus. 

Kata Domi, trend kasus ini tidak lagi hanya pada kelompok beresiko tinggi seperti pekerja seks, waria tapi merambat ke kelompok beresiko rendah yaitu ibu rumah tangga. 

Dalam data kasus sesuai pekerjaan, kasus HIV/AIDS paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 296 kasus. Disusul swasta 122 kasus dan petani 99 kasus. 

Sedangkan berdasarkan wilayah, kasus terbanyak terjadi di tiga kecamatan yaitu, kecamatan Atambua Selatan 131 kasus, Kakuluk Mesak 131 kasus dan Atambua Barat 123 Kasus.

Menurut Domi, pemerintah melalui KPA terus melakukan upaya dan strategi penanggulangan kasus ini lewat penyebaran informasi, pemeriksaan berkala bagi kelompok kunci dan memperkuat komunitas warga peduli AIDS atau WPA.

Mulai tahun 2022, KPA Kabupaten Belu akan memperluas pembentukan warga peduli AIDS atau WPA di 20 desa. 

Selain itu, strategi lain yang dilakukan KPA adalah meningkatkan kerja sama lintas sektor mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai Kabupaten Belu. (jen).

Berita Belu Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved