Breaking News:

Laut China Selatan

China Tegaskan Klaim di Laut China Selatan, Cina Pakai Ratusan Kapal Milisi

Analisis ini disampaikan dalam laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.

Editor: Gordy Donofan
Erik de Castro/Reuters
Sebuah kapal penjaga pantai China. Filipina telah menyuarakan kemarahannya setelah China memblokir kapal-kapalnya untuk mengakses Beting Thomas Kedua (Second Thomas Shoal) yang disengketakan di Laut China Selatan. 

POS-KUPANG.COM – Laut China Selatan masih menjadi perbincangan dunia internasional saat ini.

China menggunakan milisi maritime untuk menegaskan klaimnya di Laut China Selatan selama beberapa dekade terakhir.

Analisis ini disampaikan dalam laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.

Dilansir dari The Straits Times, laporan itu menyebutkan bahwa China telah menambah kapal milisi dan dikerahkan lebih sering sebelumnya ke Kepulauan Spratly, sejak China menyelesaikan pembangunan pos-pos pulau buatannya pada 2016.

Kapal-kapal tersebut mendampingi penegak hukum China dalam perselisihan minyak dan gas baru-baru ini dengan Malaysia dan Vietnam, dan sekitar 200 orang berkumpul di Whitsun Reef pada bulan Maret, yang memicu insiden diplomatik dengan Filipina.

Laporan oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) CSIS itu melacak operasi, pelabuhan asal, pendanaan, dan kepemilikan milisi maritim China di Laut China Selatan.

Laporan ini disebut sebagai profil milisi paling komprehensif hingga saat ini, yang mendefinisikan kekuatan kapal milisi.

“Kapal-kapal ini seolah-olah terlibat dalam bisnis penangkapan ikan komersial, tetapi yang pekerjaan sebenarnya adalah untuk mencapai tujuan politik dan militer China,” sebut laporan itu.

"Apa yang kami temukan selama penelitian ini adalah bahwa jelas ada upaya untuk memprofesionalkan dan membangun milisi selama delapan tahun terakhir, bertepatan dengan pengangkatan (presiden China) Xi Jinping ke tampuk kekuasaan," kata Direktur AMTI Greg Poling, yang ikut menulis laporan tersebut, di webinar pada hari Kamis (18/11/2021) saat dirilis.

China telah lama membantah menggunakan milisi maritim untuk menekan klaimnya di Laut China Selatan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved