Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kepala SDI Liliba Kota Kupang : Guru Kerja Ekstra

kerja ekstra para guru harus dilakukan karena siswa di jelas rendah itu banyak yang belum lancar membaca , menulis

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala SDI Liliba Yohanes Tukan ,S.Pd 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Kepala SDI Liliba, Kota Kupang, Yohanes J Tukan, S.Pd meminta para guru yang ada di sekolah itu agar bekerja ektra untuk memberikan pelajaran dan bimbingan kepada siswa di kelas rendah.

Yohanes menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 17 November 2021.

John sapaan akrab Yohanes Tukan dikonfirmasi terkait siswa kelas rendah terutama kelas 2 yang rata-rata belum lancar dalam membaca dan menulis.

Menurut John, semua pihak tentu memahami bahwa ketika setahun lamanya dunia, bahkan Indonesia dan NTT, khususnya Kota Kupang juga terdampak Pandemi Covid-19.

"Kondisi itu, tidak bisa dipungkiri bahwa proses belajar mengajar dilakukan secara daring atau online, sehingga mempengaruhi daya serap oleh siswa. Khusus di SDI Liliba bagi kelas rendah seperti kelas 2 atau tiga, saya minta guru untuk kerja ekstra," kata John.

Baca juga: Simak Info Vaksinasi di Wilayah Kota Kupang Terkini, Begini Data Terbaru

Dijelaskan, kerja ekstra para guru harus dilakukan karena siswa di jelas rendah itu banyak yang belum lancar membaca , menulis maupun berhitung.

"Ketika siswa kelas 2 sekarang di kelas 1, mereka belajar daring, kemudian saat tatap muka, maka harus kerja ekstra guru dalam membimbing. Saya tegaskan,agar guru di kelas rendah beri pelajaran membaca, menulis dan berhitung," katanya.

Ditanyai soal siswa kelas 2 yang bisa membaca dan menulis, John mengakui ada sekitar 40 persen siswa kelas 2 yang belum lancar membaca dan menulis. Sedangkan 60 persen lainnya lancar membaca dan menulis.

"Ini butuh kerja keras dari para guru kelas sehingga siswa ini bisa mengikuti pelajaran dan berhasil. Bahkan dengan dimulainya sekolah tatap muka, maka kami belum bisa menerapkan kurikulum , karena masih fokus pada pelajaran dasar yakni membaca, menulis dan berhitung," ujarnya.(*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved