Breaking News:

Berita Ngada

Bupati Ngada Keluarkan Instruksi Soal Antisipasi Ancaman Bencana Alam

penanaman vegetasi, pemangkasan dahan atau ranting pohon yang lapuk atau mudah patah, dan gerakan tanam air untuk cadangan air

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Ngada, Yoseph Kello.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA--Bupati Ngada, Paru Andreas mengeluarkan instruksi terbaru Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Antisipasi Ancaman Bencana Alam di wilayah Kabupaten Ngada.

Instruksi yang ditandatangani tanggal 11 November 2021 lalu tersebut menindaklanjuti instruksi Gubernur NTT tentang antisipasi ancaman La Nina dan berdasarkan data perkiraan cuaca musim hujan dan potensi cuaca ekstrim yang berakibat adanya potensi banjir bandang, tanah longsor, gelombang tinggi, dan angin kencang di Kabupaten Ngada.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Ngada, Yoseph Kello dalam konferensi pers yang dilakukan, Rabu 17 November 2021 mengatakan bahwa, instruksi terkait antisipasi bencana alam tersebut ditujukan kepada para camat, kepala desa, dan lurah se Kabupaten Ngada.

Dalam instruksi terbaru tersebut, sedikitnya, ada sekitar tujuh poin yang disampaikan Bupati Ngada Paru Andreas.

Baca juga: Hadir Festival Budaya di Wawowae, Ketua DPRD Ngada Sebut Budaya Sebagai Identitas Bangsa

Ketujuh poin tersebut pertama, memonitor peringatan dini BMKG dan memastikan peringatan dini dimaksud tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat terutama pada wilayah rawan bencana melalui komunikasi berbasis masyarakat.

Kedua, bersama semua elemen masyarakat menetapkan rambu-rambu daerah rawan bencana jalur evakuasi dan melakukan simulasi evakuasi.

Ketiga, melakukan gerakan bersama pembersihan saluran air, penanaman vegetasi, pemangkasan dahan atau ranting pohon yang lapuk atau mudah patah, dan gerakan tanam air untuk cadangan air pada musim kemarau.

"Keempat, melakukan kegiatan kesiapsiagaan berupa konsolidasi relawan dan sosialisasi keluarga tangguh bencana," ungkapnya.

Kelima, jelas Yoseph, mengaktifkan posko penanggulangan bencana dengan kurun waktu 1×24 jam untuk memastikan kondisi kesiapsiagaan di wilayah masing-masing serta memudahkan pelaporan dan manajemen data dan informasi dalam penanganan ancaman bencana.

Baca juga: Operasi Zebra Ranakah 2021 Wakapolres Ngada Tekankan Keselamatan Pengguna Jalan

Keenam, menghimbau masyarakat yang mendiami wilayah rawan banjir dan tanah longsor untuk senantiasa waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi lebih dari 1 jam dan jarak pandang kurang dari 30 meter.

"Ketujuh, apabila terjadi bencana di wilayah saudara-saudara agar segera melakukan pendataan dan melaporkan ke posko penanggulangan bencana pada Kantor BPBD Kabupaten Ngada di Bajawa baik melalui surat maupun melalui WA grup para camat dan nomor telpon (0384) 21129," terangnya.

Tembusan instruksi tersebut disampaikan kepada Gubernur NTT di Kupang, Dandim 1625 Ngada di Bajawa, dan Kepala Kepolisian Resort Ngada di Bajawa. (*)

Berita Ngada Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved